KUDUS, Liputan7.Net – Mengantisipasi ancaman kebakaran hutan selama musim kemarau, Yayasan Penggiat Konservasi Muria (Peka Muria) bersama Polsek Dawe dan Pemerintah Desa Japan melakukan patroli di sejumlah jalur pendakian Gunung Muria, Kabupaten Kudus.
Patroli tersebut sekaligus dimanfaatkan untuk memasang sejumlah papan peringatan di jalur menuju Puncak Argopiloso dan Puncak Argojembangan. Sedikitnya tujuh plang ditempatkan pada titik-titik yang dinilai strategis agar mudah terlihat oleh pendaki maupun pengunjung.
Ketua Peka Muria, Teguh Budi Wiyono, mengatakan langkah pencegahan perlu dilakukan sejak dini mengingat kondisi kawasan hutan yang semakin kering ketika memasuki musim kemarau. Menurutnya, kelalaian kecil seperti menyalakan api dapat memicu kebakaran dan berdampak luas terhadap kawasan konservasi.
Selain mengantisipasi munculnya api, tim gabungan juga memberikan edukasi kepada para pendaki mengenai aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Pendaki diminta tidak membuat api unggun di lokasi yang dilarang serta memastikan puntung rokok benar-benar padam sebelum dibuang.
“Yang kami tekankan bukan hanya bahaya api, tetapi juga persoalan sampah. Apa yang dibawa dari bawah sebaiknya dibawa turun lagi. Jangan sampai aktivitas kita justru meninggalkan sampah di Gunung Muria,” kata Teguh.
Menurutnya, menjaga kebersihan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya konservasi. Sampah yang ditinggalkan di jalur pendakian maupun kawasan puncak dapat mengganggu lingkungan dan mengurangi kenyamanan pengunjung lainnya.
Karena itu, para pendaki dan wisatawan yang memasuki kawasan Gunung Muria diimbau membawa kembali sampah yang mereka hasilkan. Sampah selanjutnya dapat dibuang pada tempat yang telah disediakan setelah keluar dari kawasan pendakian.
Kegiatan patroli juga menjadi bentuk sinergi antara kelompok pemerhati lingkungan, kepolisian, dan pemerintah desa dalam menjaga kawasan Gunung Muria. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap potensi ancaman kebakaran selama kondisi cuaca kering.
Teguh menambahkan, Gunung Muria bukan sekadar tempat untuk menikmati panorama alam. Kawasan tersebut memiliki ekosistem yang perlu dijaga, mulai dari hutan, sumber air, satwa hingga berbagai jenis tumbuhan.
“Menjaga gunung bukan hanya menikmati pemandangannya. Kita juga harus menjaga hutan, air, satwa, tumbuhan, dan kebersihannya,” pungkasnya. (AS/YM)
Post Views: 5
