0 5 min 2 hrs

KUDUS, Liputan7.Net – Lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI) tingkat sekolah dasar (SD) ke-27 Kabupaten Kudus tahun 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah untuk mengembangkan bakat, memperkuat pemahaman agama, dan membentuk karakter siswa sejak dini.

Sebanyak 306 peserta dari sembilan kecamatan mengikuti kegiatan yang diselenggarakan Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) Kabupaten Kudus tersebut. Pembukaan MAPSI berlangsung di Gedung Multifungsi GOR Kudus pada Rabu (14/10/2026), dengan mempertandingkan 13 cabang lomba.

Ketua KKG PAI Kabupaten Kudus, Purwo H. Kusumo, mengatakan MAPSI menjadi kesempatan bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan sekaligus menyeleksi peserta terbaik yang akan mewakili Kabupaten Kudus pada kompetisi tingkat Provinsi Jawa Tengah.

“Pesertanya tahun ini ada 306 orang dengan 13 cabang lomba. Kami berharap melalui kegiatan ini dapat terpilih peserta terbaik dari masing-masing cabang untuk mewakili Kabupaten Kudus di tingkat provinsi,” ujarnya seusai pembukaan kegiatan.

Berbagai cabang lomba yang dipertandingkan meliputi Tilawatil Qur’an, azan dan ikamah, Hifdzil Qur’an atau hafalan Al-Qur’an, cerita Islami, khitobah atau pidato Islami, praktik wudu dan salat, TIK Informatika Islami, pengetahuan Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ), seni kaligrafi Al-Qur’an, Khat Al-Qur’an, seni macapat Islami, duet lagu religi, serta musik rebana.

Menurut Purwo, beragam cabang tersebut memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan sesuai minat dan potensi masing-masing. Selain mengasah pengetahuan agama, peserta juga mendapat kesempatan menunjukkan kreativitas melalui seni dan keterampilan.

Untuk menjaga kualitas pelaksanaan, panitia melibatkan dewan juri profesional, termasuk dari luar Kabupaten Kudus, seperti Jepara, Demak, dan Pati. Penilaian dilakukan dengan mengacu pada petunjuk teknis (juknis) setiap cabang lomba.

Purwo menyebutkan, panitia juga melakukan penyesuaian dalam mekanisme pelaksanaan tahun ini. Pengumuman hasil lomba dilakukan langsung di lokasi masing-masing cabang, sedangkan penyerahan piala dilaksanakan di lokasi penutupan kegiatan.

Dari sisi prestasi, KKG PAI Kabupaten Kudus menargetkan sedikitnya lima juara dalam penyelenggaraan MAPSI tahun ini. Hasil tersebut diharapkan menjadi modal bagi kontingen Kudus untuk bersaing di tingkat provinsi yang dijadwalkan berlangsung pada 12–14 November 2026 di Kabupaten Purworejo.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus, Anggun Nugroho, menilai MAPSI memiliki peran penting dalam membentuk karakter siswa di tengah perkembangan teknologi digital.

Menurutnya, anak-anak saat ini menghadapi berbagai pengaruh dari lingkungan maupun dunia digital. Karena itu, pendidikan agama diperlukan sebagai salah satu landasan untuk menanamkan nilai moral dan budi pekerti.

“Di tengah perkembangan zaman dan semakin banyaknya pengaruh dunia digital, kami berharap anak-anak memiliki karakter yang baik. Pendidikan agama menjadi salah satu filter untuk membentuk budi pekerti,” ungkapnya.

Anggun menambahkan, seleksi MAPSI yang dimulai dari tingkat kecamatan merupakan upaya untuk menemukan siswa yang memiliki bakat dan kemampuan menonjol. Para peserta kemudian mengikuti kompetisi di tingkat kabupaten sebelum dipilih untuk mewakili Kudus di tingkat provinsi.

Ia juga menekankan pentingnya peran guru dalam mendampingi siswa agar mampu mengenali potensi diri dan mengembangkan kemampuan secara maksimal.

Menurutnya, setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda. Oleh karena itu, guru perlu memberikan dorongan dan kesempatan agar potensi tersebut dapat berkembang, baik dalam bidang akademik, keagamaan, maupun seni.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kudus, Shony Wardana, mengatakan MAPSI memiliki sejumlah tujuan, mulai dari menumbuhkan sportivitas, menyiarkan nilai-nilai Islam melalui kegiatan perlombaan, hingga membentuk generasi yang berakhlakul karimah.

Ia berharap peserta tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi juga belajar bersikap santun, menghargai sesama, dan menerima hasil perlombaan dengan lapang dada.

Shony juga berpesan agar siswa yang berhasil meraih juara mempersiapkan diri untuk menghadapi persaingan di tingkat provinsi. Sementara peserta yang belum memperoleh hasil terbaik diharapkan tetap bersemangat dan menjadikan pengalaman tersebut sebagai bahan evaluasi.

Melalui MAPSI ke-27, Kabupaten Kudus berharap dapat melahirkan generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan di bidang pendidikan agama Islam dan seni Islami, tetapi juga berkarakter baik, menjunjung tinggi sportivitas, serta mampu menghadapi tantangan perkembangan zaman. (AS/YM)


Post Views: 16

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *