KUDUS, Liputan7.Net – Mohammad Afham Satriyosa atau yang akrab disapa Kak Io, siswa kelas 6 SD Muhammadiyah Birrul Walidain Kudus, memiliki cara tersendiri dalam menyalurkan kegemarannya bersepeda. Sejak duduk di kelas 5, ia menggagas Birrul Walidain Bicycle Club (BWBC) sebagai wadah bagi teman-temannya yang memiliki ketertarikan pada olahraga tersebut.
Ide Io ternyata mendapat respons positif dari lingkungan sekolah. Klub sepeda yang menjadi wadah kegiatan bersama itu kini diminati sejumlah siswa dan mendapat dukungan dari pihak SD Muhammadiyah Birrul Walidain Kudus.
Ibunda Io, Viena Widayani, mengatakan putranya mulai menggerakkan kegiatan BWBC sejak kelas 5. Dari awalnya hanya menyalurkan hobi, Io kemudian berinisiatif mengajak teman-temannya untuk ikut bersepeda dan menjalankan kegiatan secara bersama-sama.
“Anakku Io bikin club sepeda di SD Muhammadiyah Birrul Walidain Kudus. Alhamdulillah banyak peminat dari teman-temannya. Namanya BWBC atau Birrul Walidain Bicycle Club,” ujar Viena saat diwawancarai, Minggu (30/8/2026).
Menurut Viena, kegiatan yang digagas Io juga mendapatkan perhatian dari Kepala SD Muhammadiyah Birrul Walidain Kudus, Ustaz Jamaludin Kamal. Dukungan tersebut salah satunya diwujudkan dengan mengajak para anggota BWBC mengikuti kegiatan gowes bersama.
Bagi para siswa, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi kesempatan untuk berolahraga. Gowes bersama juga menjadi sarana untuk mengenalkan pengalaman bersepeda secara tertib di jalan raya, menjaga sikap, serta menikmati lingkungan sekitar.
Viena menilai pengalaman mengelola BWBC memberikan pembelajaran tersendiri bagi putranya. Io dituntut belajar berkomunikasi, mengajak teman, menyusun kegiatan, hingga menjaga agar klub yang dibentuknya tetap menjadi aktivitas yang positif.
“Menurut ustaz, ini suatu hal yang luar biasa. Io berhasil mendapat ilmu yang tidak didapat di sekolah seperti halnya akademik. Dia bisa menjadi founder, mengoordinasikan kegiatan dan club yang positif,” ungkap Viena.
Sementara itu, Kepala SD Muhammadiyah Birrul Walidain Kudus, Ustaz Jamaludin Kamal, menyambut baik keberadaan BWBC. Menurutnya, aktivitas di luar kelas seperti gowes dapat memberikan pengalaman langsung yang bermanfaat bagi perkembangan siswa.
“Dengan gowes bersama ini, anak-anak jadi belajar bagaimana tertib bersepeda di jalan raya, menjaga kesopanan, menikmati alam yang indah, sekaligus menjaga kesehatan,” kata Jamal.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga membantu siswa memahami pentingnya kedisiplinan dan tanggung jawab ketika berada di ruang publik. Nilai-nilai tersebut menjadi pelengkap pembelajaran yang diperoleh siswa selama berada di sekolah.
BWBC sendiri menjadi klub sepeda pertama yang dibentuk di SD Muhammadiyah Birrul Walidain Kudus. Kehadirannya diharapkan mampu menjadi wadah bagi siswa untuk menyalurkan hobi sekaligus membangun kebiasaan beraktivitas secara sehat.
Bagi Io, menjadi penggagas klub di usia sekolah dasar juga menjadi kesempatan untuk belajar memimpin. Sejak kelas 5, ia mulai mengambil peran dalam mengajak dan mengoordinasikan teman-temannya agar kegiatan bersepeda dapat berjalan dengan baik.
Selain bersepeda, anggota BWBC juga diajak membangun kebiasaan positif seperti menjaga kebersamaan, menaati aturan lalu lintas, menjaga kesehatan, serta peduli terhadap lingkungan sekitar.
Semangat tersebut kemudian menjadi bagian dari identitas BWBC melalui moto “ORA SEPELE SREGEP IBADAHE”. Moto itu menjadi pengingat bahwa aktivitas bersepeda tidak hanya berkaitan dengan olahraga, tetapi juga dapat menjadi sarana membangun kebiasaan baik dan karakter positif sejak usia dini. (AS/YM)
Post Views: 43
