0 4 min 20 hrs

KUDUS, Liputan7.Net – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus mulai melakukan verifikasi langsung terhadap para kandidat tenaga kesehatan (nakes) teladan 2026. Dalam tahap ini, tim penilai turun ke wilayah kerja masing-masing kandidat untuk melihat kesesuaian antara paparan peserta dengan kiprah mereka di tengah masyarakat.

Sekretaris DKK Kudus, Nuryanto, mengatakan tahapan kunjungan lapangan dilakukan setelah para peserta dinyatakan lolos pemeriksaan administrasi dan tahap pemaparan. Verifikasi tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan informasi yang disampaikan kandidat sesuai dengan kondisi sebenarnya.

“Administrasi sudah lulus, kemudian paparan juga sudah lulus. Sekarang kita melakukan kunjungan penilaian telusur di lapangan untuk melihat apakah yang dipaparkan benar-benar sesuai,” kata Nuryanto, Selasa (22/9/2026).

Dalam pelaksanaannya, tim penilai tidak hanya meminta penjelasan dari kandidat. Penelusuran juga dilakukan dengan menggali informasi dari berbagai pihak yang mengetahui aktivitas nakes tersebut selama menjalankan tugas di lingkungan masyarakat.

Keterangan diperoleh antara lain dari kepala desa, Babinsa, relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana), hingga warga di sekitar lokasi tugas. Masukan dari pihak-pihak tersebut digunakan untuk melihat rekam jejak dan penerimaan kandidat di lingkungan kerjanya.

Nuryanto menjelaskan, penilaian dirancang untuk melihat nakes secara menyeluruh. Selain kemampuan menjalankan tugas kesehatan, aspek hubungan sosial dan perilaku saat memberikan pelayanan kepada masyarakat turut menjadi pertimbangan.

“Penilaiannya mulai administrasi, paparan, kemudian telusur. Dalam telusur harus terlihat kemampuan bekerja sama dengan masyarakat, kiprahnya diterima, tidak ada persoalan, termasuk etika dan keramahan di lingkungan masyarakat,” jelasnya.

Seleksi nakes teladan tahun ini dibagi menjadi lima kategori. Kelima kategori tersebut meliputi dokter, apoteker, bidan, perawat, serta tenaga kesehatan lainnya, seperti ahli gizi maupun sarjana kesehatan masyarakat.

Dari peserta yang berhasil melewati tahapan awal, terdapat tiga kandidat dokter, dua apoteker, enam bidan, empat perawat dan empat kandidat dari kategori tenaga kesehatan lainnya.

Salah satu lokasi yang menjadi bagian dari penelusuran adalah Desa Payaman, Kecamatan Mejobo. Di wilayah tersebut, tim melakukan penilaian terhadap Umi Umroh yang merupakan salah satu kandidat dari kategori bidan.

Umi diketahui aktif dalam penanganan kesehatan masyarakat ketika terjadi bencana. Perannya mencakup kegiatan sebelum bencana, pelayanan ketika kondisi darurat, hingga pemantauan kesehatan warga setelah bencana berlangsung.

“Setelah bencana kami kembali melakukan kunjungan rumah, khususnya kepada ibu hamil, ibu menyusui dan lansia. Pelayanan puskesmas keliling juga tetap berjalan seminggu sekali di wilayah terdampak. Kami juga memeriksa kualitas air untuk mencegah munculnya wabah penyakit,” terang Umi.

Seluruh rangkaian seleksi tingkat Kabupaten Kudus ditargetkan selesai sebelum pengumuman pemenang pada peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) 12 November 2026. Nantinya, setiap kategori akan menghasilkan satu nakes yang ditetapkan sebagai peraih predikat teladan tingkat kabupaten.

Para pemenang kemudian akan mendapatkan pembinaan untuk mewakili Kabupaten Kudus dalam seleksi nakes teladan tingkat Provinsi Jawa Tengah pada 2027.

Program tersebut kembali dijalankan setelah sebelumnya tidak berjalan secara optimal pada 2024 dan 2025. DKK Kudus berharap pelaksanaan tahun ini dapat menjadi ruang untuk memberikan apresiasi sekaligus mendorong tenaga kesehatan terus meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat. (AS/YM)


Post Views: 5

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *