0 3 min 2 hrs

KUDUS, Liputan7.Net – Menikmati jajanan di Pasar Kesenian Malam (Sarkem) Desa Kalirejo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, memiliki cara tersendiri. Pengunjung yang ingin berbelanja di puluhan lapak kuliner tidak menggunakan uang tunai secara langsung, melainkan terlebih dahulu menukarkannya dengan koin kayu yang digunakan sebagai alat pembayaran.

Sarkem tersebut digelar untuk kedua kalinya dengan memanfaatkan lahan kosong yang berada di tepian Kali Wulan, tepatnya di kawasan Bendung Wilalung. Sebanyak 55 lapak UMKM milik warga Desa Kalirejo turut meramaikan kegiatan yang berlangsung dari sore hingga malam hari tersebut.

Ketua UMKM Desa Kalirejo, Darwanto, mengatakan penyelenggaraan kali ini merupakan kelanjutan dari kegiatan perdana yang berlangsung pada 29 Agustus 2026. Menurutnya, jumlah pedagang yang terlibat masih sama, begitu pula dengan antusiasme masyarakat yang datang menikmati suasana pasar malam.

“Rencananya Sarkem kami adakan setiap selapanan atau 36 hari sekali. Lapak yang tersedia memang kami prioritaskan untuk UMKM warga Desa Kalirejo,” kata Darwanto, Sabtu (3/10/2026).

Pemilihan waktu sore sampai malam, lanjut Darwanto, bukan tanpa alasan. Kondisi kawasan Bendung Wilalung yang cukup panas dan berdebu ketika siang hari membuat penyelenggara memilih waktu yang lebih nyaman bagi pedagang maupun pengunjung.

Ia menjelaskan, keberadaan Sarkem diharapkan dapat menjadi salah satu cara untuk mengembangkan usaha mikro milik warga setempat. Selain menawarkan berbagai makanan dan minuman, lokasi kegiatan yang berada di sekitar Bendung Wilalung juga menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.

“Kalau malam, suasananya semakin menarik karena ada lampu-lampu hias. Pemandangan di sekitar Bendung Wilalung juga menjadi nilai tambah untuk menarik orang datang,” ujarnya.

Konsep tersebut rupanya mendapat respons positif dari pengunjung. Salah satunya Triyanto (37), warga Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak, yang mengaku baru pertama kali mendatangi Sarkem Kalirejo setelah mengetahui informasi kegiatan tersebut melalui media sosial.

“Saya datang bersama keluarga. Baru pertama kali ke sini dan tahu Sarkem ini dari media sosial,” ungkapnya.

Triyanto berharap kegiatan serupa dapat digelar lebih sering sehingga masyarakat memiliki pilihan tempat untuk menikmati kuliner sekaligus bersantai bersama keluarga. Ia bahkan mengusulkan agar Sarkem tidak hanya dilaksanakan setiap 36 hari, tetapi bisa berlangsung setiap pekan.

“Kalau bisa, Sarkem seperti ini diadakan setiap minggu. Jadi masyarakat bisa lebih sering datang,” pungkasnya. (AS/YM)


Post Views: 19

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *