0 4 min 14 hrs

KUDUS, Liputan7.Net – Desa Menawan, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, berhasil masuk dalam 25 besar nasional program Desa BRILiaN Batch 2 Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI). Capaian tersebut menjadi peluang bagi desa untuk memperkuat pengelolaan potensi lokal, mengembangkan usaha desa, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pendamping lapangan Desa BRILiaN, Ajeng Faizah Nijma Ilma, yang juga dosen Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, mengatakan Desa Menawan berhasil melewati tahapan seleksi yang diikuti ratusan desa dari berbagai daerah di Indonesia.

“Dari sekitar 700 peserta Batch 2, disaring menjadi 50 desa terbaik, kemudian dikerucutkan lagi menjadi 25 desa terbaik. Desa Menawan berhasil lolos ke tahap tersebut,” ujar Ajeng saat diwawancarai pada Senin (12/10/2026).

Menurutnya, desa yang masuk dalam 25 besar memperoleh kesempatan untuk mendapatkan pendampingan langsung di lapangan. Kegiatan tersebut difokuskan pada penyempurnaan berbagai tugas yang telah disusun selama mengikuti pelatihan program Desa BRILiaN.

Beberapa aspek yang menjadi bahan penilaian meliputi rancangan kerja sama, keaktifan dalam pelatihan, laporan keuangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), strategi pengembangan potensi desa, serta penyusunan peta potensi wilayah.

Seluruh komponen tersebut menjadi pertimbangan untuk menilai kesiapan desa dalam mengembangkan potensi yang dimiliki secara terencana dan berkelanjutan.

“Dalam pendampingan ini, saya bertugas sebagai fasilitator untuk membantu merevisi dan memperbaiki tugas-tugas yang sudah dibuat. Hasil perbaikannya nanti kembali dinilai sesuai indikator dari program Desa BRILiaN,” jelasnya.

Ajeng menambahkan, tahapan selanjutnya akan menyaring 25 desa tersebut menjadi lima desa terbaik. Salah satu aspek yang turut diperhitungkan adalah pembuatan video profil desa yang akan diunggah melalui YouTube.

Kualitas video tersebut diharapkan mampu menggambarkan keunggulan, potensi, serta program pengembangan yang dimiliki masing-masing desa. Selain itu, hasil penyempurnaan tugas selama pendampingan juga akan menjadi bahan evaluasi dalam penentuan peringkat berikutnya.

Program Desa BRILiaN 2026 dilaksanakan dalam dua batch. Berdasarkan keterangan Ajeng, jumlah peserta Batch 1 mencapai sekitar 600 desa, sedangkan Batch 2 diikuti lebih dari 700 peserta. Dengan demikian, total peserta program pada tahun ini diperkirakan mencapai sekitar 1.300 desa.

Dia menyebutkan, pengumuman lima desa terbaik Batch 2 diperkirakan berlangsung pada November 2026. Perkiraan tersebut mengacu pada pelaksanaan Batch 1, ketika pengumuman dilakukan sekitar dua minggu hingga satu bulan setelah rangkaian pendampingan selesai.

Desa yang masuk lima besar nantinya akan mengikuti pemberian penghargaan atau awarding secara daring. Sementara itu, besaran hadiah untuk tahap tersebut masih menunggu pengumuman resmi dari BRI.

“Untuk nominal hadiah lima desa terbaik, pihak BRI belum menyampaikan angka secara spesifik. Nanti akan diumumkan bersamaan dengan hasil seleksi,” ungkapnya.

Kembangkan Potensi Desa melalui BUMDes

Sementara itu, Kepala Desa Menawan, Tri Lestari, melalui konsep pengembangan BUMDes Akusara Menawan, telah menyiapkan gagasan Sarguge Lestari, yakni integrasi Pasar Pagi, agroeduwisata, dan ekonomi sirkular untuk mendukung ketahanan pangan desa.

Konsep tersebut diarahkan untuk menghubungkan berbagai kegiatan ekonomi masyarakat agar potensi lokal dapat dikelola secara lebih terintegrasi. Pasar Pagi Sarguge direncanakan menjadi pusat transaksi yang mempertemukan produsen, pedagang, pelaku UMKM, dan konsumen.

Selain itu, pengembangan agroeduwisata diarahkan untuk menghadirkan kegiatan edukasi pertanian, aktivitas tanam dan panen, kunjungan sekolah maupun komunitas, hingga pemasaran hasil pertanian dan produk UMKM.

Adapun pengembangan ekonomi sirkular difokuskan pada pemilahan sampah organik dan anorganik, pengolahan kompos, serta pemanfaatan bahan daur ulang yang dapat mendukung kegiatan pertanian sekaligus mengurangi timbulan sampah.

Pengelolaan usaha tersebut juga direncanakan didukung dengan pemanfaatan teknologi digital, mulai dari promosi melalui media sosial, penyediaan katalog produk, pencatatan transaksi, hingga pengelolaan data usaha dan kunjungan.

Melalui pengembangan tersebut, Desa Menawan diharapkan mampu memperkuat peran BUMDes dalam menggerakkan perekonomian masyarakat. Masuknya desa ini dalam 25 besar nasional Desa BRILiaN menjadi kesempatan untuk menyempurnakan perencanaan dan inovasi agar potensi desa dapat berkembang secara produktif, inklusif, dan berkelanjutan. (AS/YM)


Post Views: 9

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *