KUDUS, Liputan7.Net – Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Republik Indonesia, Benyamin Paulus Oktavianus, mendukung rencana RSUD dr. Loekmono Hadi Kabupaten Kudus menjadi pusat pendidikan dokter spesialis jantung berbasis rumah sakit (hospital-based) pada 2027.
Dukungan tersebut disampaikan saat Benyamin mengunjungi RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, Selasa (13/10/2026). Kunjungan itu dilakukan untuk meninjau kualitas pelayanan kesehatan, kesiapan fasilitas, serta pengembangan pendidikan dokter spesialis.
Benyamin mengatakan, Indonesia masih membutuhkan tambahan dokter spesialis di berbagai bidang. Karena itu, pemerintah terus mendorong pengembangan rumah sakit pendidikan sebagai salah satu upaya mempercepat pemenuhan kebutuhan tenaga medis nasional.
Ia menyambut positif rencana RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus menjadi pusat pendidikan dokter spesialis jantung. Menurutnya, pengembangan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat ketersediaan tenaga spesialis sekaligus meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Nah, tadi saya senang bahwa rumah sakit ini di Kota Kudus ini akan menjadi pusat pendidikan dokter spesialis jantung di sini,” katanya.
Selain itu, Benyamin menilai RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus memiliki potensi menjadi rumah sakit percontohan. Penilaian tersebut didasarkan pada kesiapan fasilitas pelayanan serta jumlah pasien yang telah ditangani rumah sakit tersebut.
“Saya rasa RSUD Kudus ini salah satu RSUD percontohan,” ungkapnya.
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, dr. Andini Aridewi, menjelaskan bahwa rumah sakit yang dipimpinnya telah menjalankan fungsi pendidikan melalui kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi. RSUD Kudus menjadi rumah sakit utama bagi Universitas Negeri Semarang (UNNES) dan rumah sakit satelit bagi Universitas Islam Sultan Agung (Unissula).
Andini menyebut, rumah sakit kini tengah mempersiapkan program pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit atau hospital-based untuk bidang kardiologi yang ditargetkan mulai berjalan pada 2027. Persiapan tersebut telah memasuki tahap kerja sama yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU).
“Untuk yang khusus RSUD dr. Loekmono Hadi ini kita sudah berproses hospital based untuk kardiologi di tahun 2027. Sudah ada MoU-nya,” jelasnya.
Dari sisi ketersediaan tenaga medis, Andini menyebut RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus memiliki sekitar 45 hingga 50 dokter spesialis, termasuk dokter yang bekerja sama sebagai mitra. Ke depan, pihaknya berkomitmen meningkatkan kualitas layanan pada sejumlah bidang prioritas, antara lain kanker, jantung, saraf, urologi, serta kesehatan ibu dan anak. (YM/YM)
Post Views: 8
