0 5 min 5 hrs

KUDUS, Liputan7.Net – Berdiri megah di Desa Jati Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Masjid Baitul Muttaqin menjadi wujud gotong royong masyarakat dalam menghadirkan tempat ibadah yang lebih memadai. Pembangunan masjid tersebut menghabiskan dana sebesar Rp3.516.180.569, yang bersumber dari infak warga, sumbangan masyarakat, serta bantuan berbagai pihak.

Peresmian Masjid Baitul Muttaqin berlangsung mulai pukul 19.30 WIB dan dihadiri masyarakat setempat, khususnya warga RW 6 Desa Jati Kulon. Ibu-ibu, bapak-bapak, hingga anak-anak turut hadir menyaksikan peresmian masjid yang diharapkan menjadi pusat kegiatan ibadah dan keagamaan masyarakat.

Pembangunan masjid ini berangkat dari kebutuhan akan tempat ibadah yang lebih layak. Bangunan lama mulai mengalami kerusakan dan tidak lagi mampu menampung jamaah, terutama saat pelaksanaan salat Jumat, Idulfitri, dan Iduladha.

Pembangunan Masjid Dimulai Sejak 2022

Proses pembangunan Masjid Baitul Muttaqin telah dimulai sejak 2022, diawali dengan pembebasan atau pembelian lahan pada Februari tahun tersebut, kemudian dilanjutkan dengan pembongkaran bangunan lama hingga pembangunan masjid selesai.

Dalam sambutannya, Ketua Takmir Masjid Baitul Muttaqin, H. Hidayatun Jumardi, S.Pd., menjelaskan bahwa pembangunan masjid bertujuan menunjang aktivitas keagamaan masyarakat, terutama warga RW 6 dan Desa Jati Kulon secara umum.

Ketua Takmir Masjid Baitul Muttaqin, H. Hidayatun Jumardi, S.Pd. (Foto: Najib/Liputan7.Net)

“Latar belakang pembangunan masjid ini adalah kondisi bangunan lama yang mulai rusak dan tidak mampu menampung jamaah salat Jumat, Iduladha, dan Idulfitri. Tujuan pembangunan ini untuk menunjang aktivitas keagamaan masyarakat sekitar, khususnya RW 6 dan masyarakat Desa Jati Kulon,” jelasnya.

Berdasarkan keterangan panitia, total biaya yang dikeluarkan sejak proses pembelian lahan, pembongkaran bangunan lama, hingga pembangunan masjid mencapai Rp3.516.180.569.

Dana tersebut berasal dari berbagai sumber, mulai dari infak rutin warga RW 6, sumbangan masyarakat sekitar, bantuan material bangunan, hingga dukungan dari pihak di luar Desa Jati Kulon.

Bantuan juga diperoleh dari BAZNAS Provinsi, BAZNAS Kabupaten, DPR RI, serta Pemerintah Kabupaten Kudus melalui tahun anggaran 2023 dan 2025.

Menurut Hidayatun, dukungan masyarakat dan berbagai pihak berperan dalam menyelesaikan pembangunan masjid tersebut. Kontribusi yang diberikan tidak hanya berupa uang, tetapi juga material, tenaga, dan pemikiran.

“Alhamdulillah, sampai saat ini seluruh biaya pembangunan telah lunas dan panitia tidak memiliki tanggungan. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, baik melalui infak, sumbangan material, tenaga, maupun pikiran,” ungkapnya.

Mewakili panitia pembangunan dan pengurus masjid, Hidayatun juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama proses pembangunan terdapat kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak disengaja.

Ulil Albab Arwani Ajak Masyarakat Memakmurkan Masjid

Rangkaian acara peresmian diawali dengan penampilan grup rebana Nurul Falah, dilanjutkan lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh Qari Nasional Arinal Azka Firmansyah dan pembacaan tahlil. Prosesi peresmian kemudian ditandai dengan pemotongan pita oleh Rais Syuriyah PCNU Kudus, K.H. M. Ulil Albab Arwani.

Prosesi peresmian kemudian ditandai dengan pemotongan pita oleh Rais Syuriyah PCNU Kudus, K.H. M. Ulil Albab Arwani. (Foto: Najib/Liputan7.Net)

Dalam mauidah hasanah, Ulil Albab mengingatkan jamaah tentang kedudukan masjid dalam kehidupan umat Islam. Ia menekankan bahwa keberadaan masjid perlu diiringi dengan aktivitas ibadah dan kegiatan keagamaan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Ia juga menyampaikan keutamaan membangun masjid sebagaimana diterangkan dalam hadis, seraya berharap amal seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan diterima oleh Allah SWT dan menjadi amal jariyah.

“Mudah-mudahan amalnya diterima oleh Allah SWT dan menjadi amal jariyah. Mari kita gunakan masjid ini untuk kegiatan yang bermanfaat, seperti salat berjamaah dan pengajian,” pesannya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan masjid tidak hanya terletak pada berdirinya bangunan yang megah, tetapi juga pada bagaimana masyarakat memanfaatkannya untuk beribadah, menuntut ilmu agama, dan mempererat silaturahmi.

Acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh K.H. M. Ulil Albab Arwani.

Bupati Kudus Teken Prasasti Peresmian

Menjelang akhir kegiatan, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris hadir untuk menandatangani prasasti atau plakat peresmian Masjid Baitul Muttaqin. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Desa Jati Kulon atas pembangunan masjid yang menjadi kebanggaan warga.

“Terima kasih kepada seluruh masyarakat Jati Kulon, terutama masyarakat di sekitar masjid, karena telah membangun masjid yang sangat megah dan menjadi kebanggaan Desa Jati Kulon,” ungkapnya.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris hadir untuk menandatangani prasasti atau plakat peresmian Masjid Baitul Muttaqin. (Foto: Najib/Liputan7.Net)

Peresmian Masjid Baitul Muttaqin diharapkan menjadi awal bagi semakin berkembangnya kegiatan keagamaan masyarakat Desa Jati Kulon. Dengan fasilitas yang lebih memadai, masjid tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tempat salat, tetapi juga ruang bagi masyarakat untuk memperkuat kebersamaan, menghidupkan pengajian, dan menumbuhkan kepedulian sosial.

Bagi masyarakat setempat, pembangunan yang dimulai sejak 2022 ini menjadi upaya bersama untuk menghadirkan tempat ibadah yang lebih layak sekaligus sarana keagamaan yang dapat dimanfaatkan oleh generasi sekarang maupun mendatang. (*)


Post Views: 4

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *