0 5 min 1 yr

Kudus, Liputan7.Net – Pemerintah Kabupaten Kudus di bawah kepemimpinan Bupati Sam’ani Intakoris terus menunjukkan komitmennya dalam pembangunan sektor olahraga, khususnya cabang sepak bola yang menjadi primadona masyarakat.

Salah satu langkah konkret yang kini telah dilakukan adalah pengajuan proposal pembangunan Stadion Wergu Wetan dengan total nilai anggaran sebesar Rp90.394.835.000.

Proposal tersebut diajukan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia sebagai bentuk keseriusan Pemerintah Daerah dalam menyediakan sarana olahraga yang representatif dan memenuhi standar nasional.

Pembangunan stadion ini tidak hanya dimaksudkan untuk kepentingan pertandingan, tetapi juga sebagai pusat pembinaan atlet lokal.

Menurut Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, pembangunan stadion ini merupakan upaya strategis dalam optimalisasi peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui olahraga. Ia menegaskan bahwa infrastruktur olahraga yang layak akan membuka peluang bagi generasi muda untuk berkembang dan berprestasi.

Lay out desain Stadion Wergu Wetan Kudus (Gambar : stimewa/Disdikpora Kudus)

“Stadion bukan sekadar bangunan. Ini adalah ruang lahirnya prestasi dan semangat kebersamaan. Kudus sudah saatnya memiliki stadion berkelas nasional,” ujar Sam’ani disela-sela penjelasan progress repport kinerja Bupati dan Wakil Bupati dalam 90 hari dihadapan para awak media di Kudus, Jumat (30/05/2025).

Dari total nilai Rp90,39 miliar tersebut, komponen terbesar berasal dari pekerjaan struktur utama stadion, seperti pekerjaan dinding sebesar Rp2,951.982.328, plesteran senilai Rp30.069.511.147, dan pekerjaan beton senilai Rp9.994.994.455.

Anggaran lainnya dialokasikan untuk penutup atap Rp265.803.188, langit-langit Rp5.103.427.146, dan penutup lantai serta dinding Rp890.628.541.

Sementara itu, untuk mendukung pencahayaan, dialokasikan Rp837.412.342 untuk pengadaan dan instalasi titik lampu. Kebutuhan air bersih dan sanitasi juga diperhitungkan, dengan anggaran Rp1.479.771.450 untuk instalasi sanitasi dan Rp207.900.000 untuk pengadaan pompa submersible dan kabel.

Dari sisi utilitas dan teknis lapangan, dirancang pembangunan sumur dalam dan aksesori sebesar Rp221.417.999, serta pekerjaan perbaikan lapangan yang menelan biaya Rp21.600.000.000.

Jumlah total ini ditambah PPN 11% sebesar Rp8.956.046.769, menjadikan nilai keseluruhan menjadi Rp90.394.835.000.

Lay out desain Stadion Wergu Wetan Kudus (Gambar : stimewa/Disdikpora Kudus)

Seiring dengan pembangunan stadion, Pemerintah Kabupaten Kudus juga menyusun rencana penguatan pembinaan cabang olahraga sepak bola. Dalam dokumen APBD Perubahan Tahun Anggaran 2025, tercatat anggaran pembinaan ASKAB PSSI Kudus.

Anggaran ini dialokasikan untuk mendukung kegiatan Diklat, Pemusatan Latihan, dan Pemantapan Tim Sepak Bola di bawah naungan ASKAB PSSI Kudus.

Hal ini menunjukkan keseriusan Pemkab Kudus dalam menyeimbangkan antara pembangunan infrastruktur dan pembinaan prestasi. Menurut Sam’ani, stadion yang megah tidak akan berarti jika tidak dibarengi dengan program pembinaan atlet yang konsisten dan berkelanjutan.

“Lapangan bagus harus dibarengi dengan pembinaan yang serius. Maka kami dukung penuh sepak bola dari hulu hingga hilir,” katanya.

Bupati Sam’ani juga menegaskan bahwa pembangunan stadion ini menjadi bagian dari visi besar pemerintahan yang dikenal dengan konsep “Kudus SEHAT”, yang merupakan akronim dari Sejahtera, Harmoni, dan Taqwa. Stadion akan menjadi simbol harmoni masyarakat dalam menyatu lewat semangat sportivitas.

Menurut data Pemkab, Kudus memiliki lebih dari 35 klub sepak bola tingkat kecamatan dan desa yang aktif bertanding setiap tahun. Namun fasilitas mereka masih terbatas, sehingga kehadiran stadion baru akan memperluas kesempatan berlatih dan berkompetisi.

Stadion Wergu Wetan sendiri selama ini menjadi pusat kegiatan sepak bola lokal, namun kondisinya sudah tidak representatif untuk skala even yang lebih besar. Pembangunan stadion baru ini diharapkan akan mampu menggelar event tingkat provinsi hingga nasional, termasuk Liga 2 dan turnamen usia muda PSSI.

Dalam dokumen pengajuan, disebutkan bahwa pembangunan akan dilakukan secara bertahap dalam satu paket pekerjaan terintegrasi. Selain struktur utama, stadion juga akan dilengkapi akses tribun penonton, area parkir luas, ruang ganti modern, serta zona UMKM untuk mendukung ekonomi masyarakat sekitar.

Sam’ani optimis, jika bantuan dari pusat bisa segera disetujui, maka pembangunan stadion dapat dimulai pada semester akhir 2025 atau awal 2026.

“Kami siapkan dokumen teknis dengan rinci. Tinggal menunggu persetujuan agar pelaksanaan segera dimulai,” ucapnya.

Tak hanya untuk sepak bola, stadion ini juga dirancang multifungsi, agar bisa digunakan untuk kegiatan budaya, keagamaan, dan sosial kemasyarakatan. Dengan begitu, manfaatnya akan dirasakan lebih luas oleh semua lapisan masyarakat.

Dukungan dari berbagai pihak juga terus mengalir. Sejumlah mantan atlet, pelatih lokal, dan pengurus klub menyambut baik rencana pembangunan ini. Mereka berharap stadion ini bisa menjadi rumah bersama bagi sepak bola Kudus.

“Ini bukan hanya soal prestasi, tapi juga kebanggaan. Kudus punya sejarah panjang di sepak bola. Saatnya kita bangun generasi baru yang lebih hebat,” pungkas Sam’ani. (YM/YM)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *