0 2 min 7 mths

Kudus, Liputan7.Net – Upaya mencegah potensi tawuran remaja pada malam hari selama bulan suci Ramadan menjadi perhatian serius Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris. Untuk mengantisipasi kenakalan remaja tersebut, ia menginstruksikan agar kegiatan pesantren kilat di sekolah-sekolah digalakkan secara lebih masif.

Hal itu disampaikan Sam’ani saat diwawancarai pada Rabu, 4 Maret 2026, di Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dikpora) Kudus. Menurutnya, peningkatan aktivitas positif di lingkungan sekolah menjadi salah satu langkah strategis untuk menekan potensi perkelahian pelajar, terutama pada malam Ramadan.

“Kita minta pesantren kilat benar-benar dioptimalkan, baik di TK, SD, maupun SMP. Anak-anak harus punya kegiatan yang terarah supaya tidak terlibat aktivitas negatif,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, sebelumnya terdapat laporan dari aparat kepolisian terkait sejumlah remaja yang terlibat perkelahian. Karena itu, pemerintah daerah memilih pendekatan pembinaan melalui pendidikan karakter dan penguatan nilai keagamaan.

Selain mengintensifkan pesantren kilat, Sam’ani juga meminta kepala sekolah dan guru untuk lebih aktif memberikan bimbingan kepada siswa. Koordinasi dengan orang tua dinilai penting agar pengawasan terhadap anak dapat berjalan maksimal, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.

“Kita tidak hanya menindak, tapi juga membina. Sekolah dan orang tua harus bersinergi agar anak-anak tidak mengulangi perbuatan yang merugikan,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia meminta pelaksanaan pesantren kilat tidak sekadar formalitas, melainkan diisi dengan kegiatan yang membangun karakter, seperti penguatan akhlak, kedisiplinan, dan kepedulian sosial. Bahkan, sekolah dapat menggandeng ustaz atau tokoh agama setempat untuk memperkaya materi pembinaan.

Di sisi lain, Sam’ani juga menekankan pentingnya indikator kinerja di lingkungan Dikpora, termasuk dalam menekan angka kenakalan dan putus sekolah. Ia ingin setiap program memiliki ukuran keberhasilan yang jelas agar hasilnya dapat dievaluasi secara berkala.

Dengan penguatan kegiatan keagamaan dan pembinaan yang berkelanjutan, Pemkab Kudus berharap suasana Ramadan tetap aman dan kondusif, sekaligus menjadi momentum membentuk generasi muda yang berakhlak dan berprestasi. (AS/YM)


Post Views: 7



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *