Kudus, Liputan7.Net – Ribuan umat Katolik memadati Gereja Santo Yohanes Evangelista untuk mengikuti rangkaian Tri Hari Suci Paskah. Antusiasme tinggi terlihat sejak pelaksanaan Misa Kamis Putih yang menjadi pembuka peringatan sengsara hingga kebangkitan Yesus Kristus. Kamis (2/4/2026).
Ibadah berlangsung khidmat meski jumlah umat yang hadir mencapai sekitar 2.500 orang. Untuk mengakomodasi membludaknya jemaat, misa digelar dalam dua sesi, yakni sesi pertama diikuti sekitar 1.500 umat dan sesi kedua sekitar 1.000 umat. Sebagian umat lainnya mengikuti jalannya misa dari aula karena keterbatasan kapasitas gereja.
Kepala Bidang Liturgi Dewan Paroki, Franciscus Xaverius Didik Setyawan, menyampaikan bahwa Tri Hari Suci merupakan satu kesatuan perayaan iman yang tidak terpisahkan.
“Tri Hari Suci ini menjadi satu rangkaian utuh yang dimulai dari Kamis Putih, Jumat Agung, Vigili Paskah, hingga Minggu Paskah. Semua memiliki makna yang saling berkaitan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Misa Kamis Putih memiliki makna mendalam karena mengenang Perjamuan Malam Terakhir Yesus bersama para murid-Nya. Dalam perayaan tersebut juga dilaksanakan ritual pembasuhan kaki kepada 12 orang sebagai simbol pelayanan dan kerendahan hati.
“Dua belas orang ini merupakan perwakilan dari berbagai lingkungan di paroki. Tidak ada kriteria khusus, tetapi sebagai simbol kebersamaan umat,” jelasnya.
Meski sebagian umat tidak dapat berada di dalam gereja, pelaksanaan ibadah tetap berjalan tertib dan penuh kekhusyukan. Panitia juga menyiapkan fasilitas tambahan agar seluruh umat tetap dapat mengikuti misa dengan nyaman.
Misa Kamis Putih dipimpin oleh Rama Leonardus Murialdo Tina Kusuma pada sesi pertama dan Rama Martinus Mariosa Kleruk pada sesi kedua. Rangkaian ibadah turut diisi dengan perarakan, doa, pujian, serta tuguran atau berjaga bersama hingga tengah malam.
Didik menambahkan, tema Paskah tahun ini mengajak umat untuk semakin peduli terhadap sesama dan aktif dalam kehidupan sosial.
“Kami berharap umat bisa hadir di tengah masyarakat, membawa semangat kebahagiaan dan kesejahteraan, serta bersikap inklusif,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa rangkaian Paskah telah diawali sejak Rabu Abu dan Minggu Palma sebagai bagian dari perjalanan iman menuju puncak perayaan kebangkitan Kristus.
“Semua rangkaian ini menjadi kesempatan bagi umat untuk semakin memperdalam iman dan mempererat kebersamaan,” pungkasnya. (YM/YM)
Post Views: 4
