Kudus, Liputan7.Net — Persiapan lulusan SMK Muhammadiyah Kudus menuju dunia kerja dilakukan secara serius dan terarah. Hal ini dibuktikan melalui kerja sama dengan sejumlah lembaga penyalur tenaga kerja yang bonafide, yang membuka peluang kerja bagi para alumni hingga ke luar negeri, seperti Jepang dan Jerman.
Komitmen tersebut terlihat dalam acara pelepasan dan perpisahan siswa kelas XII SMK Muhammadiyah Kudus tahun ajaran 2025/2026 yang digelar di Crystal Building Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU), Sabtu (25/4/2026). Sebanyak 314 siswa secara resmi dilepas setelah menempuh pendidikan selama tiga tahun.
Kepala SMK Muhammadiyah Kudus, Purwanta Agung, mengatakan pelepasan ini merupakan agenda rutin sekolah sebagai bentuk pengembalian siswa kepada orang tua setelah menyelesaikan masa pendidikan.
“Alhamdulillah pada pagi hingga siang hari ini kami mengadakan acara pelepasan siswa kelas XII SMK Muhammadiyah Kudus tahun ajaran 2025/2026. Ada 314 siswa yang kita lepas bersama-sama setelah menempuh pendidikan selama tiga tahun,” ujarnya.
Ia menjelaskan, secara umum lulusan SMK memang dipersiapkan untuk langsung terjun ke dunia kerja. Dari total lulusan tahun ini, sekitar 95 persen memilih bekerja, sementara sekitar lima persen melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
“Secara umum lulusan SMK memang lebih banyak yang langsung bekerja. Yang melanjutkan kuliah hanya sekitar lima persen,” jelasnya.
Selain peluang kerja di dalam negeri, sebagian siswa juga dipersiapkan untuk bekerja di luar negeri melalui berbagai program kerja sama internasional.
Salah satunya melalui program magang ke Jepang. Sebelum keberangkatan, sebanyak 11 siswa kelas XII dan 4 alumni SMK Muhammadiyah Kudus yang lolos program tersebut mendapatkan pembinaan khusus dari Dr. Marlock melalui lembaga Arka Learn.
Pembinaan tersebut difokuskan pada penguatan karakter, kesiapan mental, serta nilai spiritual sebelum menjalani pengalaman kerja di Negeri Sakura.
Selain Jepang, peluang internasional juga terbuka melalui program Double Track kuliah dan kerja ke Jerman. Program ini disosialisasikan bersama Matahari Global Edu dan Majelis Dikdasmen & PNF PP Muhammadiyah.
Melalui program tersebut, para lulusan memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan sekaligus bekerja di Jerman, sehingga pengalaman kerja dan pendidikan dapat berjalan secara bersamaan.
Purwanto juga berpesan agar para lulusan terus meningkatkan kemampuan seiring perkembangan teknologi yang semakin pesat.
“Teknologi berkembang sangat cepat, sehingga mereka harus terus belajar dan meng-upgrade diri agar menjadi lebih baik di masa depan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan para lulusan untuk tetap menjaga ibadah, khususnya salat yang selama ini telah menjadi pembiasaan selama menempuh pendidikan di sekolah.
“Salat sudah kita latih selama tiga tahun di sekolah. Maka dimanapun mereka berada, salat harus tetap dijaga,” pesannya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya doa restu orang tua sebagai salah satu kunci kesuksesan dalam menjalani kehidupan setelah lulus.
“Saya selalu berpesan kepada siswa agar selalu memohon doa restu dari orang tua. Karena doa orang tua merupakan salah satu kunci kesuksesan mereka, baik saat bekerja, kuliah, maupun berwirausaha,” katanya.
Purwanto juga mengingatkan agar para alumni menjaga nama baik almamater dimanapun mereka berada.
“Mereka harus menjaga nama baik SMK Muhammadiyah Kudus sebagai tempat mereka belajar selama tiga tahun. Nilai keterampilan, kejujuran, dan amanah yang sudah dilatih di sekolah harus diterapkan di kehidupan mereka,” ujarnya.
Pada pelepasan tahun ini, siswa yang lulus berasal dari enam kompetensi keahlian, yakni Teknik Audio Video, Teknik Kendaraan Ringan, Teknik Sepeda Motor, Teknik Komputer dan Jaringan, Teknik Pemesinan, serta Produksi Film.
Di sisi lain, SMK Muhammadiyah Kudus juga terus menorehkan berbagai prestasi di tingkat daerah maupun nasional. Salah satunya dalam ajang Olimpiade Ahmad Dahlan Nasional VIII yang digelar di Makassar pada 12–14 Februari 2026.
Dalam ajang tersebut, siswa SMK Muhammadiyah Kudus meraih sejumlah penghargaan, di antaranya pada lomba Business Plan yang berhasil meraih juara pertama melalui Ahmad Kanzul Fikri dan Maulana Tegar Ari P. dari kelas XII Teknik Audio Video.
Sementara pada lomba Da’wah Digital, Bunga Arum Dhani dari kelas XI Produksi Film berhasil meraih juara pertama. Sedangkan M. Fariel Prastriansyah (XII Produksi Film), M. Fahri Maulana (XII TKJ 1), dan Farid Indra Setiawan (X TKJ 1) meraih juara kedua.
Prestasi lain juga diraih dalam Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK Tingkat Kabupaten Kudus Tahun 2026, yakni Adib Achmad Roichan dari kelas XI Teknik Pemesinan yang berhasil meraih Juara 2 bidang Cyber Security.
Menurut Purwanto, berbagai prestasi tersebut menjadi bukti bahwa siswa SMK Muhammadiyah Kudus mampu bersaing dan menunjukkan kompetensi di berbagai bidang.
“Prestasi ini tentu menjadi kebanggaan bagi sekolah dan motivasi bagi siswa lainnya untuk terus berprestasi,” pungkasnya. (YM/YM)
Post Views: 2
