0 3 min 5 mths

Kudus, Liputan7.Net – Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Kudus Tahun 2026 resmi berakhir dengan terpilihnya H. Ali Esmanto sebagai Ketua Dekopinda Kudus secara aklamasi, Rabu (21/5/2026).

Pemilihan berlangsung dalam sidang pleno Musda yang digelar di Aula Disnaker Perinkop UKM Kabupaten Kudus.

Ali Esmanto dipercaya memimpin Dekopinda Kudus untuk membawa organisasi koperasi menuju koperasi yang sehat, mandiri, dan modern.

Usai terpilih, Ali Esmanto menyampaikan terima kasih kepada seluruh gerakan koperasi di Kabupaten Kudus yang telah memberikan dukungan dan kepercayaan kepadanya.

“Dekopinda ini menjadi wadah tunggal koperasi. Seluruh koperasi yang ada di Kudus nantinya menjadi bagian dari Dekopinda Kudus,” ujarnya.

Ia mengatakan program utama kepengurusan ke depan akan difokuskan pada penguatan sumber daya manusia, pengembangan jaringan usaha, hingga pembinaan manajemen koperasi agar lebih profesional.

Menurutnya, koperasi hanya bisa berkembang apabila didukung inovasi, kualitas SDM pengurus, serta sistem manajemen yang sehat.

Karena itu, Dekopinda Kudus akan aktif melakukan pembinaan, pendampingan, dan pelatihan bagi koperasi di daerah.

“Dekopinda sebagai wadah koperasi akan melakukan pembinaan dan pendampingan sehingga koperasi di Kabupaten Kudus bisa sehat dan mandiri,” katanya.

Ali juga menilai tantangan koperasi saat ini berada pada regenerasi pengurus dan kualitas SDM yang belum merata.

Hal tersebut menjadi perhatian utama kepengurusan baru dalam memperkuat gerakan koperasi di Kudus.

Sementara itu, Ketua Dekopinwil Jawa Tengah, Hartini, mengatakan Musda Dekopinda Kudus menjadi momentum penting untuk membangkitkan kembali koperasi di Kabupaten Kudus.

Menurutnya, Dekopinda harus mampu menjadi penghubung antara koperasi desa Merah Putih, koperasi primer, dan pemerintah daerah. Karena itu, Dekopinda diminta aktif memberikan pelatihan dan fasilitasi bagi koperasi di Kudus.

“Dekopinda ini rumahnya koperasi. Harus bisa memfasilitasi dan menyiapkan pelatihan untuk koperasi-koperasi di Kudus,” katanya.

Hartini menyebut perhatian pemerintah pusat terhadap koperasi saat ini semakin besar, terutama melalui program koperasi desa Merah Putih.

Program tersebut diharapkan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat dari tingkat bawah.

Ia menjelaskan dalam dua tahun awal, koperasi desa Merah Putih masih berada dalam pembinaan pemerintah.

Pemerintah juga menyiapkan manajer profesional untuk mendampingi operasional koperasi agar berjalan modern dan berbasis digital.

“Yang dituntut sekarang koperasi modern. Pengurus koperasi harus jujur dan pintar,” tegasnya.

Hartini menambahkan, pembangunan koperasi desa Merah Putih di Kudus masih menghadapi kendala keterbatasan lahan, khususnya di kawasan perkotaan seperti Kauman dan sekitar Menara Kudus.

Dari total 132 desa di Kabupaten Kudus, sebagian besar koperasi desa Merah Putih disebut sudah terbentuk secara administrasi dan hukum.

Namun, beberapa desa masih mencari solusi terkait penyediaan lahan pembangunan.

“Kalau di wilayah kota memang lahannya sudah sangat terbatas. Solusinya bisa melalui pembelian lahan oleh pemerintah daerah untuk aset koperasi desa,” tandasnya. (YM/YM)


Post Views: 40

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *