Kudus, Liputan7.Net – Fenomena gerhana bulan total yang terjadi pada Selasa (3/3/2026) dimanfaatkan Lembaga Falakiyah PCNU Kudus untuk mengajak masyarakat meneropong langsung proses gerhana sekaligus melaksanakan salat gerhana secara berjamaah di Gedung Serba Guna (GSG) TBS Kudus lantai 5.
Ketua Lembaga Falakiyah PCNU Kudus, K. Azhar Lathif Nashiran, S.LF, menjelaskan bahwa kegiatan diawali dengan pemaparan data hisab dan kajian ilmiah terkait proses terjadinya gerhana bulan total. Setelah itu, peserta diajak melakukan praktik pengamatan secara langsung, baik dengan melihat ke arah ufuk timur maupun melalui tayangan live yang disediakan panitia.
“Kita bahas dulu data dan perhitungannya, kemudian baru praktik pengamatan. Setelah gerhana benar-benar terlihat jelas, insya Allah kita lanjutkan dengan salat gerhana,” ujarnya.
Azhar menerangkan, secara perhitungan astronomi, proses gerhana sebenarnya telah dimulai sekitar pukul 16.50 WIB. Namun saat itu bulan masih berada di bawah ufuk sehingga belum dapat diamati dari wilayah Kudus.
“Bulan terbit di Kudus sekitar pukul 17.53 WIB. Ketika masuk waktu maghrib pukul 18.00 WIB, gerhana sudah bisa disaksikan karena posisi bulan sudah berada di atas ufuk,” terangnya.
Ia merinci, fase gerhana bulan total dimulai sekitar pukul 18.04 WIB dan berlangsung kurang lebih 59 menit atau hampir satu jam. Fase total tersebut berakhir sekitar pukul 19.03 WIB, sedangkan keseluruhan proses gerhana selesai sekitar pukul 20.17 WIB.
“Untuk fase totalnya hampir satu jam, dari 18.04 WIB sampai sekitar 19.03 WIB. Secara keseluruhan, gerhana dapat diamati hingga kurang lebih pukul 20.17 WIB,” jelasnya.
Menurutnya, gerhana bulan terjadi ketika matahari, bumi, dan bulan berada dalam satu garis lurus. Pada posisi tersebut, bumi berada di tengah sehingga bayangannya menutupi cahaya matahari yang seharusnya diterima bulan.
“Ketika matahari, bumi, dan bulan segaris, bayangan bumi menutup bulan, maka terjadilah gerhana bulan,” ungkapnya.
Selain pengamatan dan salat gerhana, kegiatan sarasehan ini juga diisi dengan diskusi seputar fenomena astronomi, serta buka puasa bersama bagi peserta. Azhar berharap momentum gerhana bulan total yang bertepatan dengan bulan Ramadan ini dapat menjadi sarana meningkatkan keimanan dan ketakwaan.
“Semoga fenomena ini tidak hanya menjadi tontonan ilmiah, tetapi juga menjadi pengingat bagi kita untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT,” pungkasnya. (AS/YM)
Post Views: 4
