0 3 min 5 mths

Kudus, Liputan7.Net – SMP NU Al Ma’ruf Kudus resmi melepas sebanyak 215 siswa kelas IX tahun pelajaran 2025/2026 dalam sebuah acara penuh haru dan kenangan yang digelar pada Sabtu (23/5/2026). Suasana emosional terasa sejak awal kegiatan, terutama ketika siswa dan orang tua mengikuti prosesi sungkeman serta pelepasan secara simbolis.

Kepala SMP NU Al Ma’ruf Kudus, Miftah Baedlowi, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi penanda berakhirnya proses pendidikan siswa selama tiga tahun di bangku SMP. Menurutnya, sekolah merasa bersyukur dapat mendampingi para siswa hingga menyelesaikan pendidikan dengan baik.

“Ini menjadi momentum kami menyerahkan kembali anak-anak kepada orang tua setelah tiga tahun bersama dalam proses pendidikan, pembinaan, dan pendampingan di sekolah,” ujarnya saat ditemui usai acara, Sabtu (23/5/2026).

Ia mengatakan, para siswa telah melalui berbagai proses pembelajaran dan pembentukan karakter selama menempuh pendidikan di SMP NU Al Ma’ruf Kudus. Karena itu, pihak sekolah berharap seluruh lulusan dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Kami berharap orang tua terus mendukung pendidikan putra-putrinya agar bisa melanjutkan sekolah sesuai cita-cita dan masa depan mereka,” katanya.

Momen paling menyentuh terlihat saat prosesi sungkeman kepada orang tua dan guru berlangsung. Banyak siswa tak mampu menahan air mata ketika meminta doa restu, sementara sejumlah wali murid juga tampak larut dalam suasana haru.

Dalam acara tersebut juga dilakukan penyerahan simbolis siswa dari pihak sekolah kepada perwakilan wali murid, Haji Supriyanto. Ia dikenal sebagai tokoh masyarakat, apoteker, Wakil Bendahara PCNU Kudus, sekaligus Ketua Al Hikmah Kabupaten Kudus.

Kegiatan pelepasan turut dihadiri jajaran pengurus yayasan, di antaranya KH Asyrofi Masito dan KH Su’udi. Hadir pula pengawas dari dinas pendidikan serta pengawas PAIS Kementerian Agama yang ikut melakukan prosesi pengalungan samir kepada para siswa.

Selain prosesi pelepasan, acara juga dimeriahkan berbagai penampilan seni dan kreativitas siswa. Mulai dari pembacaan ayat suci Al-Qur’an, tari kreasi Nusantara, paduan suara, hingga penampilan musik yang dibawakan siswa maupun guru.

Beberapa lagu yang ditampilkan dalam acara tersebut di antaranya “Karena Kamu”, “Laskar Pelangi”, “Hati-Hati di Jalan”, serta penampilan qosidah yang mendapat sambutan meriah dari para tamu undangan.

Miftah Baedlowi menuturkan, pentas seni dalam kegiatan pelepasan menjadi ruang bagi siswa untuk menunjukkan bakat dan kreativitas yang selama ini diasah di sekolah.

“Anak-anak menampilkan kemampuan terbaik mereka, baik di bidang seni, religi, maupun budaya. Ini menjadi kenangan indah sebelum mereka melangkah ke jenjang berikutnya,” ungkapnya.

Pihak sekolah juga mengarahkan para lulusan untuk melanjutkan pendidikan di lembaga pendidikan di bawah naungan Nahdlatul Ulama, baik di SMA NU Al Ma’ruf maupun SMK NU Ma’arif, sesuai minat dan potensi masing-masing siswa. (AS/YM)


Post Views: 49

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *