Kudus, Liputan7.Net – Kesadaran menjaga kesehatan ginjal terus digaungkan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kudus melalui seminar kesehatan bertema “Ginjal Sehat untuk Semua: Kenali Gejala, Cegah Batu dan Gagal Ginjal” yang digelar Majelis Kesehatan PDA Kudus bersama Rumah Sakit ‘Aisyiyah Kudus dan Rumah Sakit Sarkies ‘Aisyiyah Kudus, Minggu (24/5/2026).
Dalam seminar tersebut, ‘Aisyiyah Kudus menghadirkan dua dokter spesialis, yakni dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis urologi untuk memberikan edukasi kepada warga tentang pentingnya menjaga kesehatan ginjal sejak dini.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran PDA Kudus, BPH RS ‘Aisyiyah Group, seluruh anggota Majelis Kesehatan PDA Kudus, Direktur Holding RS ‘Aisyiyah Group, direktur dan jajaran manajerial RS ‘Aisyiyah Kudus serta RS Sarkies ‘Aisyiyah Kudus. Hadir pula Ketua PCA dan Majelis Kesehatan PCA se-Kabupaten Kudus serta pengurus PRA se-Kabupaten Kudus.
Ketua Majelis Kesehatan PDA Kudus, Hj. Muslimah, S.Pd.I., mengatakan seminar kesehatan ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Milad ‘Aisyiyah ke-109. Sebelumnya, pihaknya juga telah melaksanakan sosialisasi penyakit menular dan tidak menular di seluruh PCA se-Kabupaten Kudus.
Selain itu, Majelis Kesehatan PDA Kudus juga menggelar bakti sosial KB MK-JP bekerja sama dengan Dinsos P3A P2KB yang dilaksanakan di RS ‘Aisyiyah Kudus pada 13 Mei 2026 dan diikuti 70 akseptor.
“Rangkaian kegiatan ini kami laksanakan agar warga ‘Aisyiyah semakin peduli terhadap kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan. Kami berharap ilmu yang diperoleh dalam seminar ini dapat diteruskan kepada warga PRA, sehingga manfaatnya semakin luas,” ujar Muslimah.
Ia menambahkan, kesehatan merupakan modal penting bagi warga ‘Aisyiyah dalam menjalankan peran sosial, keluarga, dan dakwah di tengah masyarakat.
“Kami ingin warga ‘Aisyiyah tidak hanya sehat secara pribadi, tetapi juga mampu menjadi penggerak hidup sehat di lingkungan masing-masing,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua PDA Kudus dalam sambutannya menekankan pentingnya kaum ibu memiliki pengetahuan kesehatan yang memadai. Menurutnya, ibu memiliki peran strategis dalam menjaga kesehatan keluarga dan membangun kebiasaan hidup sehat di masyarakat.
“Ibu memiliki peran penting dalam keluarga. Ketika ibu memiliki pengetahuan kesehatan yang baik, maka ia dapat lebih tanggap terhadap kondisi darurat, menjaga kesehatan anggota keluarga, dan menciptakan lingkungan yang sehat,” tuturnya.
Dalam seminar tersebut, narasumber pertama dr. Wahyu Adirama Saputra, Sp.PD., memaparkan fungsi ginjal serta berbagai penyebab gangguan ginjal. Ia menjelaskan bahwa sebagian besar kasus gagal ginjal sebenarnya dapat dicegah apabila masyarakat mampu mengendalikan faktor risiko sejak dini.
“Sekitar 70 persen kasus gagal ginjal sebenarnya dapat dicegah. Caranya dengan mengendalikan kadar gula darah bagi penderita diabetes, menjaga tekanan darah bagi penderita hipertensi, cukup minum air putih, dan menggunakan obat secara bijaksana,” jelas dr. Wahyu.
Ia juga mengingatkan pentingnya deteksi dini melalui penerapan perilaku hidup sehat dengan langkah CERDIK, yakni cek kesehatan secara rutin, enyahkan asap rokok, rajin aktivitas fisik, diet sehat dengan kalori seimbang, istirahat cukup, dan kelola stres.
“Jangan menunggu sakit untuk memeriksakan kesehatan. Deteksi dini sangat penting agar gangguan ginjal dapat diketahui dan ditangani lebih cepat,” tambahnya.
Sementara itu, narasumber kedua dr. Azwahr Hashfi, Sp.U., menjelaskan tentang pencegahan batu ginjal. Menurutnya, kebiasaan sehari-hari memiliki pengaruh besar terhadap risiko terbentuknya batu ginjal.
“Batu ginjal dapat dicegah dengan membiasakan minum air putih dua sampai tiga liter per hari, mengurangi konsumsi garam, gula, dan protein hewani secara berlebihan, serta tidak sering menahan buang air kecil,” terang dr. Azwahr.
Ia menegaskan bahwa menjaga kesehatan ginjal harus dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.
“Kesehatan ginjal sangat dipengaruhi oleh pola hidup. Karena itu, kebiasaan minum cukup air dan menjaga pola makan perlu diterapkan setiap hari,” ujarnya.
Melalui seminar tersebut, warga ‘Aisyiyah diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan ginjal dan mampu menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Seminar ini juga menjadi bagian dari komitmen ‘Aisyiyah dalam memperkuat peran edukatif bagi terwujudnya keluarga dan masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera. (YM/YM)
Post Views: 32
