Kudus, Liputan7.Net – Kebakaran yang melanda kandang kambing di Gang 13 RT 01 RW 03 Desa Undaan Lor, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Selasa (16/6/2026) pagi, diduga dipicu oleh pediangan atau perapian tradisional yang digunakan untuk mengusir nyamuk.
Akibat kejadian tersebut, sebanyak 23 ekor kambing gibas mati hangus, sementara satu ekor lainnya berhasil selamat.
Pemilik kandang, Liswanto (60), diketahui menyalakan pediangan tersebut sejak Senin (15/6/2026) sekitar pukul 18.00 WIB untuk mengurangi gangguan nyamuk di sekitar kandang.
Namun, api diduga belum sepenuhnya padam dan kemudian merembet ke material kandang yang terbuat dari kayu dan bambu.
Putra Liswanto, Lutfi Azhar, mengatakan dirinya mengetahui kejadian tersebut setelah mendapat informasi dari tetangga yang melihat kobaran api di kandang milik ayahnya.
“Awalnya saya di rumah, kemudian ada tetangga datang ke rumah mengabari kalau kambing bapak saya itu terbakar. Kemudian saya kemari, posisinya sudah terbakar, kambingnya sudah meninggal semuanya,” ujarnya.
Saat tiba di lokasi, api masih berkobar dan warga berusaha melakukan pemadaman secara manual agar tidak merembet ke bangunan lain.
“Masih ada apinya. Kami bersama warga sekitar dan beberapa saksi, sekitar empat sampai lima orang termasuk saya, mencoba memadamkan api secara manual,” katanya.
Lutfi menduga sumber api berasal dari pediangan yang rutin digunakan ayahnya setiap malam untuk mengusir nyamuk di kandang.
“Biasanya digunakan untuk mengurangi nyamuk karena kalau malam nyamuknya banyak. Kebiasaannya bapak memang memediani kandang. Mungkin ada keteledoran, apinya kurang benar-benar padam lalu merambat ke kandang,” jelasnya.
Karena material kandang sebagian besar berbahan kayu dan bambu, api dengan cepat membesar dan melalap bangunan beserta ternak yang berada di dalamnya.
“Kandangnya terbuat dari kayu dan bambu, sehingga api cepat merambat,” tambahnya.
Dari total 24 ekor kambing yang berada di kandang, sebanyak 23 ekor mati terbakar.
Hanya satu ekor yang berhasil menyelamatkan diri setelah lepas dari kandang saat kebakaran terjadi.
“Total besar-kecil ada 24 ekor. Yang hangus 23 ekor, sedangkan yang selamat ada satu ekor karena sempat lari,” ungkapnya.
Akibat peristiwa tersebut, Liswanto mengalami kerugian yang ditaksir mencapai Rp25 juta hingga Rp30 juta. Di lokasi terdapat tiga kandang, namun yang aktif digunakan hanya dua kandang. Kandang yang terbakar merupakan milik Liswanto, sedangkan kandang lainnya milik warga sekitar dan tidak terdampak kebakaran. (YM/YM)
Post Views: 91
