Kudus, Liputan7.Net – Rombongan jemaah haji asal Kabupaten Kudus yang tergabung dalam Kloter 44 telah kembali ke daerah asal pada Rabu (17/6/2026). Namun, satu jemaah belum dapat ikut pulang bersama rombongan dan dijadwalkan menyusul kepulangan bersama Kloter 56 setelah kondisi kesehatannya membaik.
Kedatangan Kloter 44 sekaligus menandai berakhirnya proses pemulangan jemaah haji asal Kudus tahun 2026. Meski demikian, tidak seluruh anggota rombongan dapat kembali secara bersamaan karena masih ada jemaah yang menjalani perawatan di Arab Saudi.
Ketua Panitia Pendalaman, Pemberangkatan, dan Pemulangan Haji (P4H) JHK/IPHI Kudus, Deka Hendratmanto, mengatakan jemaah yang masih tertinggal tersebut adalah Soemoeljati Soerowidjojo. Ia mengalami gangguan kesehatan selama berada di Tanah Suci sehingga harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.
Menurut Deka, kondisi Soemoeljati saat ini menunjukkan perkembangan yang positif. Berdasarkan informasi yang diterima, jemaah tersebut diproyeksikan dapat kembali ke Indonesia dalam waktu dekat menggunakan penerbangan yang dilengkapi fasilitas pendukung kesehatan.
“Alhamdulillah kondisinya sudah semakin baik. Rencananya akan dipulangkan bersama Kloter 56 dari Blora karena masih membutuhkan pesawat yang tersedia oksigen selama perjalanan,” ujarnya.
Selain adanya jemaah yang masih dirawat, Kloter 44 juga membawa kabar duka. Salah seorang jemaah asal Kudus bernama Sunarsih meninggal dunia saat menjalankan ibadah haji di Arab Saudi dan telah dimakamkan di Tanah Suci.
Kepergian Sunarsih sempat memengaruhi kondisi suaminya, Arifin, yang berangkat haji bersamanya. Duka mendalam membuat Arifin mengalami penurunan kondisi kesehatan selama berada di Arab Saudi.
“Beliau sempat terpukul hingga tidak mau makan dan kesehatannya menurun. Syukurlah sekarang sudah pulih dan dapat kembali ke Kudus bersama rombongan,” kata Deka.
Di luar Kloter 44, masih terdapat satu jemaah asal Kudus dari Kloter 42 yang belum bisa pulang ke Indonesia. Jemaah bernama Sri Suwarni tersebut diketahui mengalami masalah kesehatan sejak awal pelaksanaan ibadah haji.
Karena membutuhkan perawatan lebih lama di rumah sakit, Sri Suwarni tidak dapat mengikuti jadwal kepulangan bersama rombongannya. Hingga saat ini, ia masih menjalani pemantauan dan perawatan medis di Arab Saudi.
Dengan tibanya Kloter 44 di Gedung Jam’iyatul Hujjaj Kudus (JHK), seluruh kloter jemaah haji asal Kudus sebenarnya telah menyelesaikan agenda pemulangan. Namun secara keseluruhan masih ada dua jemaah yang berada di Arab Saudi untuk menjalani perawatan lanjutan.
Deka menjelaskan, seluruh proses penanganan dan pemulangan jemaah yang masih dirawat menjadi tanggung jawab pemerintah melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH). Termasuk pengaturan perjalanan pulang, pendampingan kesehatan, hingga pengiriman barang bawaan jemaah ke daerah asal.
Ia berharap kedua jemaah yang masih menjalani perawatan dapat segera pulih sehingga dapat kembali berkumpul bersama keluarga di Kabupaten Kudus dalam kondisi sehat. (AS/YM)
Post Views: 22
