Kudus, Liputan7.Net – Dalam rangka menyemarakkan bulan Muharram, Srikandi Kudus Bersatu (SKB) kembali menggelar kegiatan sosial bertajuk Berbagi Kasih Bersama Yatama yang berlangsung di kawasan Seribu Merpati, Desa Pedawang, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Minggu (21/6).
Kegiatan tersebut sebelumnya diadakan senam bersama, kemudian dilanjutkan dengan santunan kepada 20 anak yatim yang berasal dari wilayah sekitar. Bantuan diberikan dalam bentuk bingkisan dan dana tunai sebagai wujud kepedulian sosial organisasi terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Faiq Fathoni selaku Owner Seribu Merpati sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren anak berkebutuhan khusus (ABK) Al-Achsaniyyah Kudus menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa kegiatan berbagi bersama anak yatim merupakan wujud rasa syukur dan ikhtiar untuk menghadirkan kebahagiaan bagi sesama.
“Alhamdulillah kita bisa berbagi untuk anak-anak yatim. Semoga menjadi keberkahan dari Allah Ta’ala, serta shalawat dan salam selalu tercurah kepada Nabi Muhammad SAW,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa ke depan akan digelar kegiatan lanjutan berupa jalan sehat bersama anak yatim yang akan disertai dengan pembagian doorprize untuk menambah semangat dan kebahagiaan peserta.

Selain itu, Wakil Ketua DPRD Kudus, Mukhasiron, yang turut hadir di lokasi turut mengapresiasi kegiatan sosial yang dilakukan Srikandi Kudus Bersatu bersama para donatur dan masyarakat. Ia menilai kegiatan tersebut memiliki dampak positif bagi lingkungan sosial, khususnya dalam memperkuat kepedulian terhadap anak yatim.
Mukhasiron juga menyampaikan bahwa pihaknya akan mendorong penguatan legalitas organisasi agar lebih tertata secara administratif. “Kami akan mengupayakan bantuan pengurusan legalitas melalui Kementerian Hukum dan HAM, dengan pendampingan notaris,” jelasnya.
Ia menambahkan, setelah memiliki legalitas resmi, organisasi dapat didaftarkan ke Kesbangpol sehingga lebih mudah dalam memperoleh dukungan program pemerintah. “Jika sudah terdaftar secara resmi, maka peluang untuk mendapatkan dukungan, termasuk dari APBD, akan lebih terbuka,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Mukhasiron juga menyebutkan bahwa kegiatan serupa diharapkan dapat terus berlanjut, termasuk dalam momentum peringatan HUT Kemerdekaan RI yang rencananya juga akan diisi dengan kegiatan sosial dan kebersamaan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Srikandi Kudus Bersatu, Erna Susana, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang terus dijalankan secara berkelanjutan, utamanya di momen Ramadan dan Muharram.
“Alhamdulillah hari ini kita kembali melaksanakan santunan yatim. Ada 20 anak yang menerima bantuan. Kegiatan ini juga dihadiri perwakilan dari sembilan korcam Srikandi Kudus Bersatu serta masyarakat sekitar Pedawang,” ujar Erna.
Ia menjelaskan, kegiatan di Pedawang ini menjadi salah satu titik rutin pelaksanaan program sosial SKB yang digelar setiap bulan. Selain santunan, kegiatan juga diawali dengan senam bersama yang diikuti anggota SKB dan warga setempat sebagai bentuk kebersamaan dan menjaga kesehatan.
Menurut Erna, SKB memiliki agenda sosial yang cukup padat, mulai dari kegiatan santunan, senam rutin, hingga donor darah yang dilaksanakan secara berkala.
“Setiap bulan ada kegiatan. Di sini biasanya minggu pertama dan ketiga kita isi dengan kegiatan sosial. Sementara minggu kedua dan keempat ada kegiatan senam aerobik di Kroboan untuk mendukung pengembangan wisata,” jelasnya.
Erna menambahkan, kegiatan santunan ini juga didukung oleh berbagai donatur seperti Seribu Merpati (tempat pelaksanaan), Abah Gaul, Kedai Az Zuhra, Kroboan, serta TaraYufa Desain Printing. Seluruh kegiatan SKB bersifat swadaya dan melibatkan partisipasi masyarakat luas di desa-desa.
“Donatur kita berasal dari berbagai pihak yang peduli, dan semua kegiatan ini berbasis kebersamaan serta gotong royong,” tambahnya.
Ia juga menyebutkan bahwa program sosial SKB telah berjalan hampir dua tahun dan terus berkembang, termasuk kegiatan donor darah yang dilakukan tiga bulan sekali serta kegiatan besar dua kali dalam setahun pada momentum Ramadan dan Muharram.
“Awalnya penerima santunan 12 anak, sekarang sudah menjadi 20 anak dan terus bertambah. Ini menunjukkan kepedulian masyarakat juga semakin besar,” pungkas Erna. (AS/YM)
Post Views: 23
