0 2 min 3 mths

Kudus, Isknews.com – Pemanfaatan teknologi drone mulai mewarnai aktivitas pertanian di Kabupaten Kudus. Di area persawahan Mlatinorowito, petani dan operator memanfaatkan pesawat tanpa awak untuk membantu proses penyemprotan tanaman, sehingga pekerjaan di lahan dapat dilakukan lebih cepat dan efisien dibandingkan metode manual.

Penerapan teknologi tersebut dilakukan melalui kolaborasi dua perusahaan swasta, PT Maxxi Tani Technology dan PT Maxxi Agri. Salah satu pihak menyediakan layanan penyemprotan menggunakan drone, sementara pihak lainnya mendukung penyediaan kebutuhan perawatan tanaman.

Di hamparan sawah Mlatinorowito, drone tampak terbang rendah menyusuri petak demi petak lahan. Dengan kendali operator, penyemprotan dilakukan secara merata hingga menjangkau area yang relatif sulit dijangkau menggunakan peralatan konvensional. Kehadiran teknologi ini menjadi salah satu contoh penerapan inovasi dalam sektor pertanian.

Operator drone, Apit, mengatakan penggunaan drone untuk penyemprotan tanaman tidak hanya dilakukan di Kabupaten Kudus. Menurutnya, layanan serupa juga telah diterapkan di sejumlah daerah lain di wilayah Pantura.

“Kegiatan penyemprotan menggunakan drone ini sebenarnya sudah kami jalankan di beberapa daerah. Selain Kudus, layanan juga sudah ada di Jepara, Pati, hingga Demak,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penyemprotan umumnya dilakukan dua kali dalam sehari, yaitu pada pagi dan sore hari. Pemilihan waktu tersebut bertujuan menyesuaikan kondisi cuaca agar proses penyemprotan dapat berlangsung lebih optimal.

Kegiatan tersebut merupakan inisiatif pihak swasta dan tidak berkaitan dengan program maupun kerja sama Pemerintah Kabupaten Kudus.

Penggunaan drone dalam sektor pertanian dinilai menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan efisiensi pekerjaan di lahan. Selain mempercepat proses penyemprotan, teknologi ini juga membantu pemerataan aplikasi cairan pada tanaman serta mengurangi beban kerja secara manual.

Seiring berkembangnya teknologi, pemanfaatan drone menunjukkan bahwa sektor pertanian mulai beradaptasi dengan sistem kerja yang lebih modern. Inovasi seperti ini diharapkan dapat menjadi salah satu pilihan bagi pelaku usaha pertanian dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan lahan di masa mendatang.

Penulis: Ridwan Falah (Mahasiswa PPL UIN SUKU)


Post Views: 68

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *