0 4 min 9 hrs

KUDUS, Liputan7.Net – Naluri mantan artis dan selebritas Wakil Menteri Kebudayaan RI, Giring Ganesha seolah kembali muncul saat melihat sang istri, Chintya Reza, tampil mengenakan pakaian adat perempuan Kudus. Di area Pendopo Kabupaten Kudus, Sabtu (26/9/2026), Giring terlihat antusias mengabadikan sang istri dari berbagai angle dan sudut, dengan latar belakang gebyok ukiran kayu khas Kudus.

Giring beberapa kali mengarahkan kamera ke arah Chintya. Ia tampak memilih sejumlah sudut untuk mendapatkan gambar terbaik sang istri yang tampil anggun dengan busana tradisional khas Kudus.

Chintya mengenakan pakaian adat perempuan Kudus bernuansa biru yang dipadukan dengan kain batik dan kelengkapan aksesori tradisional. Penampilan tersebut menjadi perhatian karena pakaian adat perempuan Kudus memiliki karakter yang cukup berbeda dibandingkan pakaian adat perempuan di daerah Jawa lainnya.

Keunikan pakaian tersebut terlihat dari perpaduan busana, tata rambut, kain dan berbagai aksesori tradisional yang menjadi identitas perempuan Kudus. Salah satu cirinya terdapat pada bagian kepala yang menggunakan caping kalo sebagai pelengkap busana.

Pakaian adat perempuan Kudus juga memiliki baju kurung berbahan beludru yang dipadukan dengan jarik atau sinjang Laseman serta selendang Tohwatu. Perpaduan tersebut menghasilkan tampilan khas yang mencerminkan kekayaan tradisi masyarakat Kudus.

Kelengkapan busana semakin terlihat pada bagian kepala dan leher. Rambut ditata menggunakan sanggul besar yang dilengkapi cunduk mentul berjumlah lima atau tiga buah. Pada bagian telinga digunakan suweng beras kecer atau suweng babon angkrem.

Sementara bagian leher dihiasi kalung sangsang sobyong yang berjuntai lima atau sembilan hingga mencapai dada. Pakaian tersebut juga dilengkapi kancing peniti dari mata uang tradisional seperti ece, ukon, rupih atau ringgit.

Pada bagian tangan digunakan gelang lungwi, sedangkan jari dilengkapi cincin sigar penjalin. Keseluruhan unsur tersebut menjadi satu kesatuan yang membentuk karakter khas pakaian adat perempuan Kudus.

Giring mengungkapkan, sang istri sudah mempersiapkan penampilannya sejak sebelum matahari terbit. Persiapan tersebut dilakukan agar Chintya dapat tampil maksimal sekaligus ikut memperkenalkan busana Nusantara dalam kunjungannya ke Kudus.

“Istri saya jam lima pagi, lima kurang sudah bangun. Saya juga sudah koordinasi sama tim. Tadi juga ada stylist-nya datang, terus yang memakai rambutnya datang,” cerita Giring saat ditemui di Kudus.

Giring mengaku sudah beberapa kali melihat kebaya Kudus dalam berbagai kesempatan. Namun, keberadaan pakaian adat tersebut tetap menarik perhatiannya karena memiliki karakter yang khas dan menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Kudus.

Ia juga menyebut sang istri memang memiliki ketertarikan terhadap pakaian adat Nusantara. Karena itu, ketika mendapat kesempatan hadir di Kudus, Chintya menyambut baik gagasan untuk mengenakan busana adat setempat.

“Dan alhamdulillah istri saya memang suka. Suka, bisa teman-teman lihat di Instagram dia, dia tuh kalau udah pakai baju Nusantara pasti selalu all-out,” ujarnya.

Giring mengatakan penggunaan pakaian adat dalam momentum kunjungannya ke Kudus juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat yang lebih luas.

Menurutnya, pakaian adat tidak sekadar menjadi busana untuk dikenakan dalam acara tertentu. Di balik setiap detailnya terdapat identitas, tradisi dan kekayaan budaya yang perlu terus diperkenalkan kepada generasi berikutnya.

Penampilan Chintya dengan pakaian adat perempuan Kudus pun menjadi salah satu momen menarik dalam kunjungan Giring ke Kota Kretek. Apalagi, busana tersebut tampil dengan latar belakang gebyok ukiran khas Kudus yang semakin memperkuat suasana budaya di Pendopo Kabupaten Kudus. (YM/YM)


Post Views: 12

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *