0 4 min 3 mths

KUDUS, ISKNEWS.com – Dasa Susila resmi terpilih sebagai Ketua Karang Taruna Kabupaten Kudus periode 2026–2031 dalam Temu Karya Karang Taruna yang digelar di Rumah Dinas Wakil Bupati Kudus, Minggu (28/6/2026). Terpilih sebagai satu-satunya calon yang memenuhi seluruh persyaratan organisasi, Dasa mengusung semangat “Kembali ke Rumah Besar Karang Taruna” sebagai visi untuk memperkuat peran organisasi kepemudaan di Kabupaten Kudus.

Ketua Karang Taruna Kabupaten Kudus demisioner, Fiza Akbar, mengatakan Temu Karya merupakan forum tertinggi organisasi yang digelar untuk menetapkan kepengurusan baru sesuai mekanisme yang diatur dalam Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PD/PRT) Karang Taruna.

“Temu Karya adalah forum tertinggi Karang Taruna untuk menetapkan kepengurusan yang baru. Harapan kami kegiatan ini berjalan baik, lancar, dan kondusif, karena pergantian tongkat estafet kepemimpinan yang kondusif sangat dibutuhkan agar keberlanjutan program-program, khususnya yang mendukung pemerintah daerah, dapat terus berjalan,” ujarnya.

Fiza menjelaskan, proses pencalonan ketua dilakukan melalui mekanisme rekomendasi dari pengurus Karang Taruna tingkat kecamatan. Masing-masing kecamatan mengusulkan nama bakal calon sebelum pendaftaran dibuka.

Namun, karena hingga pelaksanaan Temu Karya kepengurusan Karang Taruna Kecamatan Undaan belum terbentuk, hanya delapan kecamatan yang dapat memberikan rekomendasi. Dari proses tersebut, hanya Dasa Susila yang mendaftarkan diri dan memenuhi seluruh persyaratan organisasi.

“Selain mendapatkan rekomendasi dari kecamatan, calon juga wajib pernah menjadi pengurus Karang Taruna Kabupaten atau pernah menjadi ketua Karang Taruna di tingkat kecamatan. Bung Dasa memenuhi semua ketentuan tersebut,” jelasnya.

Ia mengungkapkan sempat ada beberapa tokoh yang berminat maju sebagai bakal calon. Namun, setelah memahami ketentuan organisasi mengenai proses kaderisasi dan persyaratan pencalonan, mereka memutuskan tidak melanjutkan pendaftaran.

“Dalam organisasi ini tidak bisa serta-merta mendaftar menjadi calon ketua. Ada proses kaderisasi yang harus dilalui sesuai aturan organisasi,” katanya.

Karena hanya terdapat satu bakal calon, Temu Karya kemudian menetapkan Dasa Susila sebagai Ketua Karang Taruna Kabupaten Kudus periode 2026–2031.

Fiza berharap kepengurusan baru mampu segera menyesuaikan diri dengan tantangan yang semakin kompleks, terutama di tengah kondisi efisiensi anggaran. Menurutnya, dibutuhkan kreativitas, inovasi, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan agar organisasi tetap mampu menjalankan program secara optimal.

“Dibutuhkan kreativitas, kerja sama, dan kolaborasi dengan seluruh stakeholder. Penggalian sumber pendanaan dan konsolidasi internal hingga tingkat bawah juga harus menjadi prioritas,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Terpilih Karang Taruna Kabupaten Kudus periode 2026–2031, Dasa Susila, mengatakan kepengurusan yang dipimpinnya akan membawa semangat “Kembali ke Rumah Besar Karang Taruna” sebagai arah gerak organisasi selama lima tahun ke depan. Konsep tersebut menjadi ajakan untuk mengembalikan Karang Taruna sebagai wadah bersama yang inklusif, solid, profesional, dan mampu memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurut Dasa, Karang Taruna harus menjadi rumah yang terbuka bagi seluruh generasi muda tanpa sekat sehingga mampu memperkuat persatuan, memperluas ruang kolaborasi, serta melahirkan program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat. Organisasi juga diharapkan mampu meningkatkan kapasitas sumber daya manusia sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan daerah.

Ia menjelaskan visi tersebut akan diwujudkan melalui lima pilar utama, yakni memperkuat persatuan dan solidaritas, membangun organisasi yang terbuka dan profesional, meningkatkan kapasitas SDM, memperkuat sinergi dengan pemerintah, serta menghidupkan pengabdian sosial di tengah masyarakat.

Untuk merealisasikan visi tersebut, Karang Taruna Kudus telah menyiapkan sejumlah ruang gerak organisasi, di antaranya ruang bersilaturahmi sebagai wadah mempererat komunikasi, ruang berkarya untuk pengembangan kreativitas pemuda, ruang peduli bagi kegiatan sosial kemasyarakatan, serta ruang pemuda desa yang difokuskan pada pemberdayaan pemuda hingga tingkat desa. Selain itu, organisasi juga akan memperkuat ruang sinergi melalui kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, dan berbagai komunitas.

Dasa menambahkan, seluruh program tersebut akan dijalankan dengan berlandaskan lima nilai organisasi, yakni bersatu, melayani, berintegritas, kolaboratif, dan berkelanjutan. Ia berharap Karang Taruna Kudus dapat menjadi rumah besar yang mampu mencetak kader-kader berkualitas sekaligus menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kudus. (AS/YM)


Post Views: 1

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *