PATI, Liputan7.Net – Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, penjualan hewan kurban di Kabupaten Pati mulai menggeliat. Di tengah banyaknya peternak yang menawarkan hewan kurban, Amira Farm di Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo, menghadirkan sistem penjualan berbeda yakni menggunakan sistem timbang hidup.
Melalui sistem ini, pembeli dapat langsung memilih sendiri domba yang diinginkan di kandang, kemudian hewan tersebut ditimbang secara terbuka untuk menentukan harga akhir. Cara ini dinilai lebih transparan dan memudahkan pembeli menyesuaikan pilihan dengan kebutuhan maupun budget.
Pemilik Amira Farm, Ahmad Hyro Fachrus, mengatakan sistem timbang hidup sengaja diterapkan agar konsumen lebih nyaman saat membeli hewan kurban.
“Jadi pembeli tinggal pilih sendiri domba yang disukai, setelah itu langsung ditimbang. Harga mengikuti berat hidup hewan, jadi lebih jelas dan transparan,” ujarnya, Jumat (16/5/2026).
Di Amira Farm, harga domba jantan dipatok Rp75 ribu per kilogram hidup, sedangkan domba betina Rp65 ribu per kilogram hidup. Dengan sistem tersebut, pembeli bisa memperkirakan harga secara langsung sesuai bobot hewan pilihan.
Selain memberikan transparansi harga, sistem timbang hidup juga membuat pembeli lebih leluasa menentukan ukuran hewan kurban yang diinginkan. Bobot domba yang tersedia di Amira Farm bervariasi, mulai ukuran standar hingga mencapai sekitar 60 kilogram.
Ahmad Hyro menambahkan, menjelang Idul Adha penjualan mulai mengalami peningkatan dibanding hari biasa. Namun permintaan tahun ini masih belum seramai tahun lalu.
“Kami tetap optimistis mendekati Idul Adha nanti permintaan akan terus naik,” tambahnya.
Dengan konsep jual beli yang terbuka melalui sistem timbang hidup, Amira Farm kini menjadi salah satu tujuan masyarakat Pati dan sekitarnya untuk mencari hewan kurban yang sesuai kebutuhan tanpa khawatir soal transparansi harga. (Mel)
Post Views: 35
