0 4 min 5 mths

Kudus, Liputan7.Net — Pedagang Pasar Barang Bekas (Babe) Kudus masih menunggu realisasi pembangunan sekat kios di lokasi relokasi baru pascakebakaran yang terjadi beberapa waktu lalu.

Selama ini, para pedagang masih menempati lapak sementara dengan kondisi yang dinilai kurang layak, terutama saat musim hujan.

Keluhan tersebut disampaikan para pedagang kepada Anggota Komisi D DPRD Kudus dari Fraksi PKS, Sayid Yunanta, saat berjunjung di kawasan Pasar Babe.

Dalam dialog bersama pedagang, Sayid Yunanta mengatakan para pedagang sudah cukup lama menempati los sementara di area parkir sejak kebakaran terjadi.

Bahkan proses pemindahan dilakukan secara mandiri menggunakan biaya pribadi para pedagang.

“Teman-teman pedagang ini sudah cukup lama berada di los sementara setelah kebakaran. Waktu pindah juga dilakukan secara mandiri dengan biaya sendiri,” ujarnya.

Ia menilai kondisi lapak sementara saat ini memang belum nyaman untuk aktivitas perdagangan, terlebih ketika hujan deras turun karena air kerap masuk ke area lapak.

“Kalau hujan deras tentu kasihan pedagang. Air masuk sampai ke lapak-lapak mereka,” katanya.

Menurut Sayid, lokasi relokasi baru sebenarnya sudah tersedia.

Namun para pedagang masih menunggu pembangunan sekat kios agar bisa segera ditempati dengan lebih tertata dan nyaman.

Ia mengakui kondisi anggaran daerah tahun 2026 cukup ketat akibat pengurangan transfer ke daerah (TKD).

Meski demikian, pihaknya akan mencoba mendorong agar pembangunan sekat kios dapat masuk dalam anggaran perubahan 2026.

“Kita akan coba komunikasikan lagi dengan dinas terkait, apakah memungkinkan masuk di perubahan 2026. Kalau belum memungkinkan, tahun 2027 tadi juga sudah mulai diprogramkan,” jelasnya.

Ia berharap pembangunan pasar baru nantinya tidak hanya sekadar menyediakan tempat berdagang, tetapi juga memiliki desain yang lebih menarik dan nyaman bagi pedagang maupun pembeli.

“Karena aktivitas perdagangan di sini sebenarnya cukup hidup. Kalau nanti ditata lebih baik tentu bisa semakin ramai dan menarik pengunjung,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Babe, Haryanto, mengatakan kondisi lapak sementara saat musim hujan menjadi persoalan utama yang dikeluhkan pedagang.

“Kalau hujan itu air masuk sampai ke lapak. Pedagang pakaian bahkan ada yang barang dagangannya basah dan harus dijemur lagi,” ungkapnya.

Selain itu, para pedagang juga berharap segera ada sekat kios di lokasi relokasi baru agar penempatan pedagang lebih jelas dan nyaman.

Menurutnya, banyak pedagang yang kesulitan membangun lapak sendiri karena keterbatasan modal setelah kebakaran pasar.

“Setelah kebakaran kemarin banyak yang belum punya modal. Ada yang sementara kerja proyek, ada juga yang jualan online untuk persiapan nanti kalau pindah,” katanya.

Haryanto menyebut jumlah pedagang Pasar Babe mencapai sekitar 264 orang yang nantinya akan dibagi dalam dua lokasi.

Namun saat ini hanya sekitar 90 pedagang yang masih aktif berjualan di lapak sementara.

Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Catur Sulistyanto, menyampaikan pihaknya telah menghitung kebutuhan anggaran untuk pembangunan sekat kios di lokasi relokasi Pasar Babe.

Menurutnya, total anggaran yang dibutuhkan mencapai sekitar Rp 780 juta. Perhitungan tersebut didasarkan pada kebutuhan biaya sekitar Rp 3 juta untuk masing-masing kios.

“Ini baru kita pikirkan, sementara ini kita upayakan nanti pakai APBD di 2027, tapi nanti akan kita upayakan solusi lain bisa dengan CSR atau lainnya,” tuturnya. (YM/YM)


Post Views: 55

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *