0 3 min 5 mths

Kudus, isknews com – Pemerintah Kabupaten Kudus terus mempercepat pengoperasian Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di berbagai wilayah.

Hingga pertengahan Mei 2026, sebanyak 57 KDMP di Kabupaten Kudus telah aktif beroperasi.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan, keberadaan KDMP diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat potensi lokal di masing-masing desa dan kelurahan.

“Target KDMP kita 100 persen tentu sebelum bulan Agustus semuanya sudah selesai. Insya Allah tiap hari ada yang selesai sehingga pembangunan tersebut bisa kita laksanakan lebih baik,” ujarnya saat peresmian KDMP bersama Dandim 0722/Kudus Letkol Arh Yuusufa Allan Andriasie.

Menurut Sam’ani, peresmian KDMP bukan menjadi akhir proses. Seluruh pihak diminta tetap bekerja keras agar koperasi yang telah terbentuk benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat.

“Dengan dimulainya peresmian ini bukan berarti kita langsung lembek. Kita kerja keras bagaimana tim ini bergerak, baik dari Forkopimda, kepala desa, BPD, RT/RW hingga pengurus koperasi supaya operasional KDMP ini bermanfaat untuk masyarakat,” katanya.

Pemkab Kudus, lanjut dia, juga akan memberikan dukungan operasional bagi KDMP. Bantuan kendaraan operasional seperti pickup, motor hingga bentor akan diberikan secara bertahap guna menunjang aktivitas koperasi.

“Biasanya setiap ada KDMP nanti ada bantuan satu truk, pickup, termasuk bentor dan ini langsung dibackup serta dikawal pemerintah,” ucapnya.
Sam’ani juga menginstruksikan seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Kudus agar ikut bertransaksi di KDMP.

Menurutnya, ASN juga menjadi bagian dari anggota koperasi sehingga wajib ikut mendukung perkembangan KDMP di wilayah masing-masing.

“ASN wajib ikut bertransaksi di KDMP karena mereka juga anggota. Jadi koperasi ini harus sama-sama dimajukan,” tegasnya.

Ia memastikan keberadaan KDMP tidak akan mematikan pelaku UMKM maupun pedagang kecil.

Justru, konsep yang dibangun adalah kolaborasi dan sinergi ekonomi berbasis kearifan lokal.

“Tadi saya sampaikan, KDMP ini merangkul semua pihak dan kearifan lokal sehingga terjadi interaksi dan kolaborasi antara KDMP dengan UMKM maupun pedagang sekitar. Persaingan bukan saling mematikan, tetapi saling menguatkan agar ekonomi Kabupaten Kudus berjalan,” jelasnya.

Sam’ani bahkan menyebut konsep “KDMP Plus Kudus” sebagai bentuk penguatan potensi lokal di tiap desa dan kelurahan.

Sementara itu, Dandim 0722/Kudus Letkol Arh Yuusufa Allan Andriasie menyampaikan, hingga saat ini sudah ada 57 KDMP yang selesai operasional.

Sejumlah fasilitas pendukung juga mulai disiapkan.

“Sampai hari ini ada 57 operasional yang sudah selesai. Kemudian didukung 11 kendaraan operasional, ada 20 titik yang sudah dipasang AC, lalu ada 10 koperasi yang mulai dipasang perlengkapan operasional hari ini,” terangnya.

Dalam waktu dekat, pemerintah juga akan melengkapi berbagai kebutuhan gerai KDMP seperti kendaraan operasional, perlengkapan apotek hingga fasilitas ruang pelayanan lainnya.

Selain itu, masyarakat kini juga dapat memantau perkembangan KDMP melalui aplikasi Kudus Sehat yang telah terintegrasi dengan layanan daerah.

“Di aplikasi Kudus Sehat sekarang juga ada KDMP. Masyarakat bisa melihat perkembangan sampai mana,” tandasnya. (YM/YM)


Post Views: 4

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *