Ipoh, Malaysia – Universitas Muria Kudus (UMK) terus memperluas jejaring internasional. Melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bahasa, UMK melakukan benchmarking visit ke Politeknik Ungku Omar (PUO), Ipoh, Perak, Malaysia, Jumat (14/8/2026).
Kunjungan tersebut menjadi momentum bagi UPT Bahasa UMK untuk mempelajari praktik pengelolaan layanan bahasa di perguruan tinggi Malaysia sekaligus menjajaki peluang kerja sama akademik antara UMK dan PUO.
Sebanyak 11 anggota delegasi, terdiri atas 10 instruktur dan 1 tenaga kependidikan, mengikuti kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kepala UPT Bahasa UMK, Dr. Diah Kurniati, M.Pd.
Delegasi UMK disambut jajaran pimpinan PUO, antara lain Encik Norman Bin Zamri, Deputy Director Bidang Akademik; Encik Huzaifah Bin Abdul Razab, Internationalisation Officer; Encik Amir, Head of General Studies; Puan Nurfazlinda Ishak, serta sejumlah dosen.
Deputy Director Bidang Akademik PUO, Encik Norman Bin Zamri, menyampaikan apresiasi atas kunjungan delegasi UPT Bahasa UMK. Ia berharap pertemuan tersebut tidak berhenti pada kegiatan benchmarking, tetapi dapat dilanjutkan dengan kerja sama konkret.
“Kerja sama dapat dikembangkan dalam berbagai bidang akademik, termasuk student exchange, faculty exchange, dan kegiatan kolaboratif lainnya,” ujar Norman.
Bagi UPT Bahasa UMK, kunjungan tersebut tidak hanya menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana institusi lain mengelola program bahasa. Kegiatan ini juga menjadi ruang untuk mendapatkan inspirasi dan mengidentifikasi praktik-praktik unggul yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan UMK.
“Kami tidak datang hanya untuk membandingkan program. Kami ingin belajar dari praktik baik yang diterapkan PUO, kemudian melihat mana yang relevan untuk dikembangkan di UMK,” kata Dr. Diah Kurniati.
Selama kunjungan, delegasi UPT Bahasa UMK mendapatkan paparan dan kesempatan berdiskusi mengenai pengelolaan program kebahasaan, pengembangan kompetensi bahasa sivitas akademika, serta praktik PUO dalam mendukung internasionalisasi institusi.
Menurut Dr. Diah, penguatan layanan bahasa menjadi semakin penting di tengah tuntutan internasionalisasi pendidikan tinggi.
“UPT Bahasa memiliki peran strategis dalam menyiapkan mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan agar memiliki kemampuan komunikasi bahasa asing yang memadai untuk menghadapi lingkungan akademik dan profesional yang semakin global,” jelasnya.
Kunjungan ke PUO juga membuka peluang pengembangan kerja sama yang lebih luas antara UMK dan institusi pendidikan tinggi di Malaysia. Selain pertukaran mahasiswa dan dosen, peluang kolaborasi dapat diarahkan pada pengembangan program akademik, peningkatan kompetensi bahasa, serta berbagai kegiatan bersama lainnya.
Kegiatan benchmarking ini sekaligus mempertegas komitmen UMK untuk memperluas jejaring internasional dan meningkatkan daya saing institusi.
Bagi UPT Bahasa UMK, pengalaman dari PUO akan menjadi bahan penting untuk terus melakukan inovasi layanan bahasa agar semakin adaptif terhadap kebutuhan sivitas akademika dan perkembangan pendidikan tinggi global. (*)
Post Views: 41
