0 4 min 3 mths

KUDUS, Liputan7.Net – Memperingati Milad ke-24, Lazismu Kudus menegaskan komitmennya untuk memperkuat program pemberdayaan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial, pendidikan, hingga pelestarian lingkungan.

Mengusung semangat “Integrasi Menguatkan Dampak“, rangkaian kegiatan milad difokuskan pada program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Tema Milad ke-24 tersebut sejalan dengan arahan Lazismu Pusat yang ingin membangun ekosistem zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan (ZISKA) yang semakin terintegrasi, profesional, transparan, serta berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat.

Manajer Eksekutif Lazismu Kudus, Ravitri Harvian, mengatakan momentum milad tahun ini tidak hanya diisi dengan seremoni, melainkan menjadi ruang memperkuat gerakan filantropi yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Milad ke-24 kami selaraskan dengan panduan orkestrasi konten dari Lazismu Pusat, yaitu menonjolkan program pemberdayaan dan program yang benar-benar berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan yang digelar meliputi syukuran internal, doa bersama, penyaluran Beasiswa Mentari dan Sang Surya, pemenuhan gizi bagi anak yatim dan dhuafa, hingga penguatan kelembagaan melalui audiensi dengan berbagai mitra strategis, termasuk Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDM).

Tak hanya itu, Lazismu Kudus juga meluncurkan inovasi “Sekolah Asri, Generasi Peduli” atau EcoSedekah, yakni program pengelolaan sampah menjadi sedekah yang diawali bersama SMP Negeri 1 Mejobo. Program tersebut diharapkan menjadi model pembelajaran kepedulian lingkungan sekaligus penguatan filantropi sejak usia sekolah.

Selain itu, Lazismu Kudus yang dipimpin oleh Ketua Badan Pengurus, Oemar Teguh ini juga turut mendukung Gebyar Muharram FKDM melalui berbagai kegiatan sosial dan keagamaan, seperti lomba adzan, pildacil, tahfidz, Lomba Cerdas Cermat (LCC), hingga santunan bagi anak yatim dan dhuafa.

Penyerahan Bantuan Kepada Panti Rehabilitasi. (Foto: Istimewa)

Di bidang digital, Lazismu Kudus juga mengikuti orkestrasi nasional Milad ke-24 melalui kampanye media sosial yang dimulai sejak 4 Juli 2026, penggunaan logo resmi milad, penyebaran konten storytelling program berdampak, serta kolaborasi di berbagai platform digital menggunakan tagar #Milad24Lazismu dan #IntegrasiMenguatkanDampak.

Ravitri menjelaskan, selama satu tahun terakhir Lazismu Kudus mencatat sejumlah capaian penting, mulai dari meningkatnya penyaluran beasiswa dan layanan sosial, semakin kuatnya sinergi dengan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), sekolah, komunitas, hingga lahirnya program EcoSedekah yang mulai menjadi rujukan bagi sekolah-sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Kudus.

“Lazismu juga semakin aktif dalam kegiatan edukasi, sosial, hingga kebencanaan. Di sisi lain, kami terus meningkatkan kualitas pelayanan, transparansi, serta dokumentasi publik agar kepercayaan masyarakat semakin kuat,” katanya.

Ke depan, Lazismu Kudus menargetkan penguatan program pendidikan dan pemenuhan gizi anak yatim, perluasan implementasi EcoSedekah di sekolah-sekolah Muhammadiyah lainnya, digitalisasi layanan donasi dan pelaporan, peningkatan kapasitas relawan serta amil, hingga memperluas kolaborasi dengan pemerintah daerah, sekolah, maupun komunitas masyarakat.

“Harapan kami, Lazismu Kudus semakin hadir di tengah masyarakat sebagai lembaga yang dekat, terpercaya, profesional, dan mampu memberikan dampak nyata sesuai semangat Milad ke-24, yaitu Integrasi Menguatkan Dampak,” pungkasnya.

Secara nasional, peringatan Milad ke-24 Lazismu juga menjadi momentum penguatan tata kelola organisasi. Bersamaan dengan peringatan milad, Lazismu Pusat meluncurkan logo resmi Milad ke-24 dan menegaskan komitmen memperkuat transformasi digital, akuntabilitas, serta integrasi program pemberdayaan di seluruh Indonesia. (YM/YM)


Post Views: 34

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *