0 3 min 3 mths

Kudus, Liputan7.Net – Sakit kepala atau pusing yang sering muncul dan berulang kerap dianggap sebagai keluhan biasa. Namun, di balik gejala yang tampak ringan tersebut bisa tersimpan risiko gangguan serius, salah satunya gangguan aliran darah ke otak yang berpotensi memicu stroke.

Untuk membantu mendeteksi risiko stroke sejak dini, RSI Sunan Kudus menghadirkan layanan Transcranial Doppler (TCD), teknologi pemeriksaan yang mampu menilai aliran darah di pembuluh darah otak secara cepat, aman, dan tanpa tindakan invasif.

Dokter Spesialis Saraf RSI Sunan Kudus, dr. Dwi Dewi Kusumo, Sp.S, menjelaskan bahwa TCD merupakan pemeriksaan yang menggunakan gelombang ultrasonik untuk mengukur kecepatan dan pola aliran darah di dalam pembuluh darah otak secara real-time.

“Prinsip kerjanya hampir sama seperti pemeriksaan USG pada ibu hamil. TCD menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk melihat aliran darah di otak tanpa sayatan, tanpa jarum suntik, dan tanpa radiasi,” ujar dr. Dwi.

Menurutnya, pemeriksaan TCD berlangsung sederhana. Pasien hanya diminta berbaring, kemudian tenaga medis menempelkan probe yang telah diberi gel pada beberapa titik di kepala, seperti pelipis, belakang leher, atau di atas mata.

“Proses pemeriksaan berlangsung sekitar 15 hingga 30 menit, tidak menimbulkan rasa sakit, dan setelah selesai pasien dapat langsung beraktivitas seperti biasa,” jelasnya.

Dr. Dwi menuturkan bahwa otak membutuhkan pasokan oksigen dan nutrisi yang cukup melalui aliran darah. Apabila terjadi penyempitan atau sumbatan pada pembuluh darah otak, risiko terjadinya stroke akan meningkat.

Karena itu, pemeriksaan TCD sangat dianjurkan bagi masyarakat yang memiliki faktor risiko, seperti penderita hipertensi, diabetes melitus, kolesterol tinggi, perokok aktif, maupun mereka yang memiliki riwayat stroke dalam keluarga.

Selain itu, seseorang yang mengalami vertigo berulang atau pernah mengalami gejala stroke ringan, seperti kelemahan pada salah satu sisi tubuh yang berlangsung beberapa menit kemudian membaik, juga disarankan segera menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Stroke tidak terjadi secara tiba-tiba. Biasanya ada proses penyempitan pembuluh darah yang berlangsung dalam waktu lama. Melalui TCD, kondisi tersebut dapat dideteksi lebih awal sehingga upaya pencegahan dan penanganan bisa segera dilakukan sebelum terjadi penyumbatan total,” tegasnya.

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan layanan kesehatan masyarakat, RSI Sunan Kudus kini telah melengkapi fasilitasnya dengan layanan Transcranial Doppler (TCD) yang terintegrasi dengan penanganan oleh dokter spesialis saraf.

Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini sebagai langkah efektif untuk mencegah stroke dan berbagai komplikasinya.

Dr. Dwi pun mengingatkan bahwa pencegahan merupakan langkah terbaik dalam menjaga kesehatan otak.

“Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Jangan menunggu hingga muncul gejala kelumpuhan baru memeriksakan diri. Deteksi dini dapat membantu mengurangi risiko stroke dan meningkatkan kualitas hidup,” pungkasnya.

Masyarakat yang ingin memperoleh informasi mengenai layanan Transcranial Doppler (TCD) maupun konsultasi dengan Dokter Spesialis Saraf RSI Sunan Kudus dapat menghubungi pusat informasi RSI Sunan Kudus melalui nomor 081-229-733-254. (*)


Post Views: 61

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *