0 4 min 3 mths

KUDUS, ISKNEWS.com – Pemerintah Kabupaten Kudus mulai menggarap proyek pembangunan drainase di Jalan Wahid Hasyim dengan nilai anggaran Rp2,2 miliar. Pembangunan saluran air tersebut menjadi upaya pemerintah untuk menekan genangan yang selama ini kerap terjadi di kawasan itu, sekaligus memperbaiki sistem drainase menjelang musim hujan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kudus, Harry Wibowo, menjelaskan proyek di Jalan Wahid Hasyim merupakan bagian dari program penanganan drainase yang dilaksanakan di sekitar 30 titik pada tahun 2026. Saluran yang dibangun memiliki panjang sekitar 480 meter dengan menggunakan konstruksi u-ditch berukuran 60 hingga 80 sentimeter serta box culvert agar kapasitas aliran air menjadi lebih optimal.

Menurut Harry, pekerjaan difokuskan pada ruas Jalan Wahid Hasyim mulai kawasan perempatan Gang 4 hingga ke arah barat. Perbaikan saluran ini diharapkan mampu mempercepat pembuangan air saat hujan deras, sehingga genangan di kawasan tersebut berkurang sekaligus mengurangi limpasan menuju Jalan Ahmad Yani yang selama ini juga menjadi titik rawan tergenang.

“Pekerjaan dimulai dari sisi hilir dengan pembuangan menuju Sungai Gelis. Tahap pertama dikerjakan di sisi utara jalan, kemudian dilanjutkan secara bertahap agar wilayah Gang 4 hingga arah barat bisa semakin terbebas dari genangan maupun banjir,” ujar Harry saat meninjau lokasi proyek.

Ia mengungkapkan pekerjaan telah dimulai sejak 30 Juni 2026 dan memiliki masa pelaksanaan selama 120 hari kalender. Proyek yang dikerjakan oleh CV Cinta Damai tersebut ditargetkan dapat diselesaikan pada 27 Oktober 2026.

Meski demikian, Dinas PUPR berharap pengerjaan bisa selesai lebih cepat dari jadwal yang telah ditetapkan. Dengan begitu, manfaat saluran drainase baru dapat segera dirasakan masyarakat sebelum curah hujan kembali meningkat.

Selama proses konstruksi berlangsung, masyarakat diminta memahami adanya penyempitan badan jalan yang berpotensi memengaruhi arus kendaraan. Pengguna jalan diimbau meningkatkan kewaspadaan dan menyesuaikan waktu perjalanan saat melintasi lokasi proyek.

“Kami juga berharap rekan-rekan media ikut membantu menyampaikan informasi kepada masyarakat agar dapat memaklumi adanya gangguan lalu lintas sementara selama pembangunan berlangsung,” katanya.

Selain mengerjakan drainase di Jalan Wahid Hasyim, Dinas PUPR juga sedang membangun saluran di Jalan Al-Imam Mahdi. Bahkan, dalam waktu dekat beberapa ruas jalan lain, termasuk kawasan penunjang aktivitas UMKM, akan menjadi sasaran pembangunan drainase.

Harry menegaskan target utama pemerintah saat ini bukan menghilangkan banjir secara menyeluruh, melainkan memperkecil tinggi genangan dan mempercepat surutnya air. Dengan demikian, aktivitas masyarakat diharapkan tidak lagi terganggu dalam waktu yang lama ketika hujan turun.

Untuk mendukung program tersebut, Pemkab Kudus mengalokasikan anggaran hampir Rp10 miliar untuk pembangunan drainase. Dana tersebut terdiri atas sekitar Rp7 miliar yang bersumber dari Pendapatan Bagi Jasa Tertentu (PBJT), sedangkan sisanya berasal dari APBD.

Hingga pertengahan Juli 2026, sekitar 60 persen paket pekerjaan drainase telah memasuki tahap kontrak maupun pelaksanaan. Adapun paket lainnya masih dalam proses pengadaan karena menyesuaikan mekanisme baru melalui sistem E-Katalog versi 6.

Di sektor Bina Marga, Dinas PUPR juga menangani sekitar 20 paket pekerjaan dengan total anggaran mencapai Rp30 miliar yang bersumber dari PBJT. Sebagian besar proyek sudah berjalan, sementara beberapa kegiatan lain, termasuk pembangunan Jembatan Kesambi, masih menyelesaikan tahapan administrasi.

Sementara itu, pemerintah daerah tetap menganggarkan sekitar Rp7,5 miliar untuk pemeliharaan jalan. Program tersebut berhasil meningkatkan tingkat kemantapan jalan di Kabupaten Kudus dari sebelumnya sekitar 89 persen menjadi 91 persen.

Di bidang irigasi, Dinas PUPR juga mengalokasikan anggaran sekitar Rp5 miliar untuk enam paket pekerjaan. Pemerintah berharap seluruh proyek drainase, jalan, maupun irigasi dapat selesai sesuai target sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Kudus. (AS/YM)


Post Views: 25

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *