0 4 min 3 mths

KUDUS, Liputan7.Net – Pembenahan sistem drainase perkotaan mulai dipercepat Pemerintah Kabupaten Kudus untuk mengurangi titik-titik genangan saat musim hujan. Salah satu langkah yang segera dilakukan adalah menambah inlet atau saluran penangkap air di kawasan Jalan Kyai Telingsing, yang selama ini menjadi salah satu lokasi langganan genangan.

Langkah tersebut diambil setelah Bupati Kudus Sam’ani Intakoris bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), TNI-Polri, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH), pemerintah kecamatan, kelurahan, serta relawan melakukan inspeksi sekaligus korve massal di sepanjang saluran drainase Jalan Kyai Telingsing, Jumat (17/7/2026).

Hasil pemeriksaan menunjukkan kapasitas saluran drainase utama masih mampu menampung debit limpasan air hujan. Namun, air hujan tidak dapat segera masuk ke saluran karena jumlah inlet yang masih terbatas. Kondisi tersebut diperparah dengan banyaknya sampah yang menutup lubang-lubang inlet sehingga aliran air terhambat dan akhirnya menggenangi badan jalan.

Kepala DPUPR Kabupaten Kudus Hary Wibowo mengatakan, persoalan genangan di kawasan perkotaan tidak selalu disebabkan kapasitas drainase yang kecil. Berdasarkan hasil evaluasi di lapangan, persoalan justru berada pada sistem penangkapan air di permukaan jalan.

“Setelah kita cek bersama Pak Bupati dan teman-teman, ternyata salurannya secara hitungan teknis masih mumpuni atau mencukupi untuk kapasitas limpasan air hujan. Hanya saja permasalahan lebih di inlet atau saluran penangkap airnya. Selain itu masih banyak sampah yang dibuang masyarakat ke saluran,” ujarnya.

Sebagai solusi jangka pendek, DPUPR akan menambah inlet di sejumlah titik yang dinilai masih kurang. Pemasangan dilakukan menggunakan anggaran pemeliharaan rutin sehingga tidak memerlukan pengalokasian anggaran baru.

Selain itu, desain grill atau penutup inlet juga akan dimodifikasi. Model yang selama ini digunakan dinilai mudah menahan sampah sehingga menghambat masuknya air ke dalam saluran drainase.

“Untuk penambahan inlet kita memakai mekanisme anggaran rutin. Kami memiliki stok untuk pemasangan inlet atau grill tersebut. Nanti grill lama juga akan dimodifikasi menggunakan besi siku atau besi beton agar aliran air lebih cepat masuk dan tidak mudah tersumbat sampah,” kata Hary.

DPUPR juga akan membersihkan seluruh jaringan drainase di kawasan tersebut agar aliran air menuju Sungai Gelis sebagai saluran pembuangan utama berlangsung lebih lancar. Sebelum pekerjaan dimulai, tim teknis akan melakukan pengukuran elevasi untuk mengetahui titik-titik cekungan yang memengaruhi arah aliran air.

“Kita sisir dulu. Tadi ditugasi Pak Bupati untuk menembak elevasi karena ada beberapa daerah cekungan. Setelah diketahui kemiringannya, nanti kita bisa menentukan arah aliran air agar lebih efektif,” jelasnya.

Menurut Hary, intensitas hujan yang meningkat dalam dua tahun terakhir turut memberikan tekanan terhadap sistem drainase perkotaan. Karena itu, selain memperbaiki inlet, DPUPR juga menyusun langkah untuk mengendalikan limpasan air dari wilayah utara yang selama ini mengalir deras menuju kawasan Jalan Kyai Telingsing.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menegaskan pembenahan drainase kota tidak cukup hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat untuk menjaga saluran tetap bersih dari sampah. Menurutnya, drainase yang berfungsi optimal menjadi salah satu kunci mengurangi genangan di kawasan perkotaan.

“Ada beberapa lokasi di perkotaan yang saat hujan sering banjir, termasuk di daerah Telingsing. Kita bersama seluruh instansi terkait membersihkan serta mengecek aliran drainase supaya air cepat mengalir dan Jalan Telingsing tidak lagi banjir,” ujar Sam’ani. (YM/YM)


Post Views: 48

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *