0 4 min 3 mths

KUDUS, ISKNEWS.com – Upaya memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Kudus melalui penyaluran bantuan Kelompok Usaha Bersama (KUBE). Sebanyak 15 kelompok menerima bantuan stimulan senilai Rp20 juta per kelompok yang diserahkan di Kantor Dinsos P3AP2KB Kabupaten Kudus, Jumat (10/7/2026), sebagai modal untuk mengembangkan usaha produktif.

Program tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Kudus dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Sosial P3AP2KB. Bantuan diberikan untuk mendukung keberlangsungan usaha masyarakat, baik melalui penambahan modal, pengadaan sarana produksi, maupun pengembangan usaha sesuai proposal yang telah diajukan masing-masing kelompok.

Jenis usaha yang memperoleh bantuan cukup beragam, mulai dari peternakan ayam, kambing, domba, dan sapi, jasa cuci kendaraan, hingga usaha produksi minuman herbal. Program ini juga menyasar kelompok penyandang disabilitas sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam menciptakan kesempatan berusaha yang lebih inklusif.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menegaskan bahwa bantuan tersebut harus dimanfaatkan secara maksimal agar mampu meningkatkan kesejahteraan para anggota kelompok. Menurutnya, bantuan pemerintah seharusnya menjadi titik awal untuk membangun usaha yang lebih maju, bukan sekadar memenuhi kebutuhan jangka pendek.

“Manfaatkan bantuan ini dengan sebaik-baiknya. Harapan kami, panjenengan semua bisa naik kelas. Jangan selamanya menjadi penerima bantuan, tetapi suatu saat menjadi orang yang mampu memberi manfaat bagi orang lain. Milikilah jiwa yang inovatif dan terus maju sehingga menjadi pelaku UMKM yang mampu berkontribusi bagi masyarakat,” ujar Sam’ani.

Selain memberikan dukungan modal usaha, Pemkab Kudus juga terus memperkuat daya saing pelaku UMKM melalui kemudahan pengurusan legalitas usaha. Berbagai layanan seperti Nomor PIRT, sertifikasi halal, BPOM, hingga perizinan lainnya terus difasilitasi agar produk lokal memiliki peluang lebih besar menembus pasar yang lebih luas.

Sam’ani juga meminta para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) untuk terus mendampingi kelompok penerima bantuan. Ia menilai pendampingan yang berkesinambungan menjadi faktor penting agar usaha yang dijalankan berkembang sesuai target dan mampu menciptakan kemandirian ekonomi.

“Teman-teman pendamping PKH saya titip untuk terus mendampingi dan mengawal mereka agar benar-benar naik kelas dan menjadi masyarakat yang mandiri secara ekonomi,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinsos P3AP2KB Kabupaten Kudus, Putut Winarno, menjelaskan bahwa bantuan tersebut berasal dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berdasarkan usulan yang diajukan Pemkab Kudus. Sebanyak 15 kelompok ditetapkan sebagai penerima dengan nilai bantuan masing-masing Rp20 juta yang digunakan sesuai rencana usaha yang telah disusun.

“Sebanyak 15 kelompok menerima bantuan, masing-masing sebesar Rp20 juta. Bantuan ini diperuntukkan bagi pengembangan usaha sesuai proposal yang diajukan, termasuk kelompok penyandang disabilitas,” jelas Putut.

Ia berharap setiap kelompok mampu mengelola bantuan secara bertanggung jawab, termasuk menyusun laporan pertanggungjawaban (LPJ) sesuai ketentuan. Pendamping PKH juga akan terus melakukan pembinaan agar perkembangan usaha dapat dipantau secara berkelanjutan.

“Kami berharap bantuan ini benar-benar dimanfaatkan sebagaimana pengajuan yang telah disampaikan. LPJ harus disusun dengan benar, kemudian kelompok akan terus didampingi oleh pendamping PKH,” ujarnya.

Salah seorang penerima bantuan, Ketua KUBE Wanita Sekar Melati Desa Mlati Lor, Nanik Hariyanti, mengatakan bantuan tersebut menjadi tambahan semangat bagi kelompoknya untuk mengembangkan usaha produksi minuman herbal. Ia optimistis dukungan tersebut dapat meningkatkan kapasitas usaha sekaligus kesejahteraan para anggota.

“Alhamdulillah, bantuan ini sangat bermanfaat bagi kelompok kami untuk mengembangkan usaha produksi minuman herbal. Semoga usaha kami semakin maju dan dapat meningkatkan kesejahteraan anggota,” tuturnya.

Melalui penyaluran bantuan KUBE ini, Pemerintah Kabupaten Kudus berharap semakin banyak kelompok usaha masyarakat yang mampu tumbuh menjadi usaha yang produktif, mandiri, dan berdaya saing. Program tersebut juga diharapkan dapat memperkuat perekonomian daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (AS/YM)


Post Views: 50

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *