0 3 min 5 mths

Kudus, Liputan7.Net – Menjelang Hari Raya Iduladha 2026, puluhan takmir masjid di Kabupaten Kudus mendapatkan pembekalan mengenai tata cara penyembelihan hewan kurban sesuai syariat Islam melalui kegiatan bimbingan teknis juru sembelih halal (Juleha). Kegiatan tersebut digelar di Masjid At-Taqwa, Desa Gondosari, Kecamatan Gebog.

Bimbingan teknis ini diselenggarakan oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Kudus sebagai upaya meningkatkan kemampuan petugas penyembelihan hewan kurban di masyarakat.

Dalam kegiatan itu, peserta menerima materi dari narasumber DPW Juleha Jawa Tengah, Eri Gunarto. Ia memberikan pemahaman terkait teknik penyembelihan yang benar menurut syariat Islam sekaligus memperhatikan aspek kesejahteraan hewan.

Kepala Bidang Peternakan Dispertan Kudus, Arin Nikmah mengatakan, pelatihan tersebut diikuti sekitar 60 peserta yang berasal dari perwakilan takmir masjid di berbagai wilayah Kabupaten Kudus.

“Peserta berasal dari takmir masjid. Harapannya saat Iduladha nanti, mereka bisa menjalankan penyembelihan hewan kurban secara profesional,” ujarnya.

Menurut Arin, program pelatihan tersebut mendapat dukungan dari Dinas Peternakan Jawa Tengah dan terlaksana berkat kerja sama dengan pihak swasta PT Sukun Wartono Indonesia serta pengurus masjid setempat.

Ia menjelaskan, sepanjang tahun 2026 pelatihan Juleha di Kudus telah digelar sebanyak dua kali. Sebelumnya, DPD Juleha Kudus juga telah mengadakan kegiatan serupa yang diikuti 187 peserta.

“Setelah kegiatan dari DPD Juleha, kali ini dilanjutkan oleh provinsi dengan jumlah peserta 60 orang,” terangnya.

Arin menambahkan, profesi juru sembelih halal tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, namun juga pemahaman tentang aturan syariat Islam dan standar kesejahteraan hewan. Dengan begitu, hasil daging kurban dapat memenuhi prinsip ASUH, yakni Aman, Sehat, Utuh, dan Halal.

“Tujuannya agar hewan kurban yang disembelih benar-benar menghasilkan daging yang halal dan layak dikonsumsi masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Plt Kabid Veteriner Disnakkeswan Provinsi Jawa Tengah, Budy Astiantoro menyampaikan bahwa pelatihan tersebut menjadi bagian dari persiapan menghadapi meningkatnya aktivitas penyembelihan hewan saat Iduladha.

Menurutnya, para petugas harus memahami seluruh tahapan, mulai dari pemilihan hewan yang sehat, proses penyembelihan sesuai syariat, hingga penanganan dan distribusi daging agar tetap aman dikonsumsi.

“Petugas harus memahami mulai dari pemilihan hewan sehat, proses penyembelihan sesuai syariah, hingga distribusi daging yang aman dan halal,” katanya.

Ia menuturkan, kegiatan pelatihan Juleha rutin dilakukan setiap tahun untuk meningkatkan kapasitas petugas di lapangan. Selain itu, pemerintah juga melakukan pengawasan kesehatan hewan kurban di lapak penjualan maupun lalu lintas ternak antarwilayah.

“Kami melakukan pengawasan di titik perbatasan Jawa Tengah, baik dari Jawa Barat, Jawa Timur, maupun DIY, karena mobilitas ternak cukup tinggi menjelang Iduladha,” ungkapnya.

Budy juga memastikan bahwa upaya pencegahan penyakit hewan terus dilakukan, termasuk vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) yang sudah berjalan sejak awal tahun. Pengawasan terhadap potensi antraks pun turut diperketat.

“Untuk tahun ini kondisi antraks aman, namun tetap kami lakukan pengawasan dan vaksinasi,” tandasnya. (AS/YM)


Post Views: 22

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *