0 4 min 1 yr

Kudus, Liputan7.Net – Tangis haru tak terbendung dari wajah Purwanto, warga Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae, Kudus.

Dengan suara bergetar, pria yang sehari-harinya bekerja sebagai pemulung itu berdiri memandangi rumah barunya.

Dulu nyaris ambruk, sekarang berdiri kokoh dan layak huni—lebih dari sekadar bangunan, rumah itu kini menjadi simbol harapan baru bagi keluarganya.

Rumah Purwanto setelah dibangun ulang dan direnovasi oleh PT Djarum melalui program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH), ( Foto : istimewa)

“Saya bersyukur mendapat bantuan renovasi rumah ini. Karena pekerjaan saya sebagai pemulung, selama ini saya juga kesulitan untuk memperbaiki rumah.
Jadi ketika atapnya bocor saat hujan, angin kencang dan pondasinya mulai rapuh, kami tidak bisa berbuat apa-apa,” ucap Purwanto lirih saat menerima kunci secara simbolis dalam acara serah terima program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) di Pendopo Kabupaten Kudus, Kamis (24/04/2025).

Ia juga mengaku tak menyangka akan mendapatkan bantuan sebesar itu. Rumahnya benar-benar dibangun ulang, bukan sekadar tambal sulam.

“Saya tidak keluar biaya sedikit pun. Semoga PT Djarum dan Polytron semakin sukses dan selalu bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya dengan mata berkaca-kaca.

Purwanto adalah satu dari 92 penerima manfaat program RSLH tahap pertama yang dilaksanakan oleh PT Djarum dan Polytron sebagai bagian dari upaya Pengentasan Kemiskinan Ekstrem (PKE) di Jawa Tengah, khususnya di Kabupaten Kudus.

Hunian-hunian tersebut direnovasi dan dibangun ulang dengan anggaran lebih dari Rp5 miliar.

Program ini menyasar warga dari empat kecamatan di Kudus: Bae (25 rumah), Gebog (14 rumah), Jati (22 rumah), dan Kaliwungu (31 rumah).

Setiap rumah dibangun ulang dengan anggaran sekitar Rp55 juta, berlandaskan tiga prinsip dasar: aman, nyaman, dan sehat.

General Manager Community Development PT Djarum, Achmad Budiharto menyatakan bahwa intervensi dilakukan secara total tanpa membebani penerima biaya sedikit pun.

“Kami ingin setiap penerima bantuan merasa nyaman tinggal di rumahnya, aman dari risiko kerusakan, dan hidup lebih sehat,” ujarnya.

Program ini juga menjadi bagian dari peringatan 74 tahun berdirinya PT Djarum dan 50 tahun Polytron di Indonesia. Kedua perusahaan mengintegrasikan nilai sosial ke dalam bisnis mereka, menyadari pentingnya peran aktif dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar.

“Ini adalah kado manis ulang tahun kami bagi masyarakat yang selama ini telah bersinergi bersama kami,” tambah Budiharto.

Sementara itu, CEO Polytron, Hariono menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk kepedulian sosial perusahaan terhadap masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar lokasi operasional tiga pabrik Polytron di Kudus dan Demak.

“Kami ingin memastikan bahwa keberadaan kami membawa dampak positif, dan rumah layak huni ini semoga bisa menjadi awal baru yang membawa kenyamanan dan harapan,” tutur Hariono.

Program RSLH yang dijalankan sejak 2022 ini telah merenovasi 307 rumah di Kudus. Dengan tambahan 92 rumah pada tahap pertama tahun 2025, targetnya adalah 300 rumah di tahun ini dan mencapai total 515 rumah hingga akhir tahun.

Tak hanya di Kudus, program ini juga telah menyentuh sejumlah kabupaten di Jawa Tengah seperti Grobogan, Rembang, Demak, Blora, dan Pemalang. Sejak 2022, total 362 rumah telah direnovasi di luar Kudus.

Dalam seremoni serah terima tersebut, turut hadir Dirjen Tata Kelola dan Pengendalian Risiko Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman RI, Brigjen Pol Dr Azis Andriansyah, serta sejumlah perwakilan dari PT Djarum dan Polytron.

Menutup rangkaian acara, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyampaikan apresiasinya atas kepedulian sektor swasta yang berkelanjutan.

“Program ini adalah bentuk nyata kolaborasi pemerintah dan swasta. Kami berharap ini konsisten dilakukan karena akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya. (YM/YM)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *