0 3 min 6 mths

Kudus, Liputan7.Net – Pemerintah Kabupaten Kudus mengalokasikan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) sebesar Rp 2 miliar pada tahun 2026 untuk program pelatihan keterampilan. Puluhan paket pelatihan disiapkan guna mendorong lahirnya tenaga kerja mandiri, termasuk dari kalangan ibu rumah tangga.

Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Kudus berkolaborasi dengan Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi dan UKM (Disnaker Perinkop dan UKM) menggelar pelatihan pembuatan kue kering dan jajanan pasar.

Kegiatan yang dipusatkan di Rumah Dinas Wakil Bupati Kudus ini menyasar ibu-ibu rumah tangga melalui Unit Pelaksana Teknis Balai Latihan Kerja (UPT BLK). Program ini menjadi bagian dari strategi menekan angka pengangguran melalui pemberdayaan ekonomi keluarga.

Ketua TP PKK Kabupaten Kudus, Endhah Sam’ani Intakoris. (Foto: YM)

Ketua TP PKK Kabupaten Kudus, Endhah Sam’ani Intakoris, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan langkah konkret yang diharapkan berdampak langsung bagi masyarakat.

Ini untuk mengurangi pengangguran di Kabupaten Kudus. Meskipun kelihatannya langkah kecil, tapi sangat berarti untuk ibu-ibu rumah tangga ini,” ujarnya saat membuka kegiatan, Senin, 6 April 2026.

Ia menjelaskan, pelatihan kuliner dipilih karena dekat dengan aktivitas sehari-hari peserta, sehingga lebih mudah dikembangkan menjadi usaha rumahan yang produktif.

Harapannya kita bisa mengangkat UMKM kecil yang rintisan. Apabila ada pelatihan ini, mereka bisa mandiri, mereka tidak cuma produksi untuk diri sendiri, tapi bisa merekrut tenaga kerja,” tuturnya.

Endhah juga memastikan adanya pendampingan lanjutan bagi peserta yang ingin mengembangkan usahanya, mulai dari pengurusan izin usaha, sertifikasi halal, pengemasan hingga pemasaran produk.

Jadi ini pesertanya ada yang punya bisnis, ada yang belum. Ini bisa dipakai kalau ditelateni, kue dan jajan pasar, setiap hari bisa produksi, bisa memasarkan, nanti kita dampingi,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Disnaker Perinkop dan UKM Kabupaten Kudus, Catur Widyatno, menyampaikan bahwa kegiatan ini bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2026 dengan total anggaran sebesar Rp 2 miliar.

Dana tersebut dibagi dalam 34 paket kegiatan pelatihan yang menyasar masyarakat umum dengan berbagai jenis keterampilan, seperti perbengkelan, menjahit, tata boga, serta bidang lain yang memiliki peluang usaha.

Adapun pelatihan pembuatan kue kering dan jajanan pasar yang saat ini berlangsung merupakan dua paket kegiatan yang dikhususkan bagi anggota PKK, masing-masing diikuti 16 peserta dan dilaksanakan selama 18 hari.

Kegiatan yang digelar ini merupakan dua paket pelatihan dari total 34 paket pelatihan yang direncanakan sepanjang tahun 2026. Harapannya nanti mereka punya usaha sendiri dan mandiri,” pungkasnya. (YM/YM)


Post Views: 4



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *