KUDUS, Liputan7.Net – Pendatang baru tak selalu datang tanpa target. Cabang olahraga (cabor) Hapkido Kabupaten Kudus siap mencatatkan debut pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026 dengan membawa misi realistis: memburu tiga medali.
Target tersebut dipasang di tengah kondisi Hapkido Kudus yang masih dalam tahap pengembangan. Keterbatasan pelatih hingga sarana dan prasarana membuat tim tidak ingin memasang target terlalu tinggi.
Pelatih Hapkido Kudus, Sholikul Huda, mengatakan dari tujuh atlet yang dikirim mengikuti babak kualifikasi Porprov, enam di antaranya berhasil lolos dan kini dipersiapkan untuk tampil di Porprov Jateng 2026.
“Ini Porprov perdana kami. Dari tujuh atlet yang kami kirim, enam berhasil lolos. Bagi kami, hasil itu sudah cukup bagus,” ujar Sholikul, Selasa (1/9/2026).
Enam atlet tersebut terdiri atas lima atlet putra dan satu atlet putri. Mayoritas merupakan atlet muda dengan rata-rata usia di bawah 25 tahun. Bahkan, atlet termuda dalam skuad tersebut masih berusia 16 tahun.
Meski memiliki modal dari hasil babak kualifikasi, Sholikul menyebut persiapan tim belum sepenuhnya ideal. Hapkido Kudus masih menghadapi keterbatasan dalam pemenuhan kebutuhan pelatih maupun fasilitas latihan.
“Terus terang kami masih prematur. Persiapan belum terkondisikan 100 persen karena masih terkendala pelatih dan sarana prasarana,” katanya.
Kondisi tersebut membuat Hapkido Kudus memilih bersikap realistis. Alih-alih membidik medali emas, tim memasang target tiga medali dengan fokus pada medali perunggu.
Target itu sekaligus menjadi upaya meningkatkan capaian dari babak kualifikasi. Pada ajang tersebut, Hapkido Kudus berhasil mengamankan dua medali perunggu.
“Target kami realistis. Minimal bisa mendapatkan tiga medali perunggu. Kemarin di babak kualifikasi kami sudah mendapatkan dua perunggu, sehingga kami berharap bisa menambah satu lagi,” jelasnya.
Pada Porprov Jateng 2026, Hapkido akan mempertandingkan dua kategori, yakni seni Hosin Sool serta kategori tarung Daeryun.
Sholikul menjelaskan, Hapkido memiliki karakteristik tersendiri dibandingkan sejumlah cabang olahraga bela diri lainnya. Salah satunya adalah penggunaan teknik bantingan dalam pertandingan.
Aspek keselamatan juga menjadi perhatian dengan penggunaan perlengkapan pelindung selama pertandingan.
Di sisi lain, perkembangan Hapkido di Kudus masih menghadapi tantangan dari sisi jumlah atlet. Saat ini, hanya sekitar 15 atlet yang aktif mengikuti latihan secara rutin.
“Memang jumlah atlet Hapkido di Kudus masih terbatas, yang aktif latihan sekitar 15 orang,” ujarnya.
Dengan kondisi tersebut, Sholikul memperkirakan kesiapan tim menuju Porprov Jateng 2026 baru berada di kisaran 60 persen. Namun, angka tersebut dinilai cukup menggambarkan kondisi Hapkido Kudus yang masih membangun fondasi sebagai cabor baru.
“Kalau Hapkido, kesiapan kami sekitar 60 persen. Kami realistis karena targetnya bukan emas, tetapi berusaha memenuhi target tiga medali,” pungkas Sholikul. (YM/YM)
Post Views: 37
