0 4 min 3 mths

KUDUS, Liputan7.Net – Sebuah rumah milik seorang pemuda yatim piatu di Desa Karangmalang, RT 2 RW 1, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, ludes dilalap api pada Kamis (16/7/2026) pagi.

Kebakaran yang diduga dipicu korsleting listrik dari stop kontak atau charger telepon genggam itu menghanguskan bangunan beserta seluruh isinya dengan kerugian ditaksir mencapai Rp260 juta.

Kapolsek Gebog AKP Siswanto mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan awal dan keterangan para saksi, api pertama kali diketahui muncul sekitar pukul 05.00 WIB dari salah satu kamar di sisi timur rumah milik Rizal Saputra (17), yang tinggal seorang diri setelah kedua orang tuanya meninggal dunia.

“Dugaan sementara api berasal dari korsleting arus pendek listrik pada stop kontak atau charger handphone yang kemudian menyambar benda-benda yang mudah terbakar di dalam kamar. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp260 juta,” ujar AKP Siswanto, Kamis (16/7/2026).

Saat kejadian, Rizal sedang berada di ruang tamu ketika melihat kepulan asap keluar dari kamar. Ia kemudian memeriksa sumber asap dan mendapati api sudah berkobar di dalam ruangan tersebut.

Dengan menggunakan ember berisi air, Rizal sempat berupaya memadamkan api. Namun kobaran api justru semakin membesar sehingga ia panik dan berlari meminta pertolongan kepada tetangganya sekaligus kerabatnya, Rokhim (49).

Bersama warga sekitar, mereka berusaha memadamkan api secara manual. Akan tetapi, karena di dalam rumah terdapat banyak material yang mudah terbakar seperti kasur, perabot, dan perlengkapan rumah tangga lainnya, api dengan cepat merambat ke sejumlah ruangan.

Mengetahui kondisi tersebut, salah seorang warga lainnya, Bambang (56), segera melaporkan kejadian itu kepada Ketua RW dan meneruskan informasi kepada petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Kudus.

Petugas menerima laporan sekitar pukul 05.20 WIB. Dua unit mobil pemadam dari Damkar Satpol PP Kudus bersama satu unit armada Damkar BPBD Kudus tiba di lokasi pada pukul 05.40 WIB dan langsung melakukan pemadaman.

Karena lokasi rumah berada di kawasan padat penduduk, petugas sempat meminta tambahan armada untuk mengantisipasi perambatan api ke bangunan lain. Meski menghadapi kendala berupa jauhnya sumber air, api pokok akhirnya berhasil dipadamkan pada pukul 06.20 WIB dan dinyatakan padam total sekitar pukul 06.30 WIB.

AKP Siswanto mengapresiasi kesigapan petugas pemadam kebakaran, BPBD, TNI, Polri, para relawan, serta warga yang bergotong royong membantu proses pemadaman sehingga api tidak sampai merembet ke rumah-rumah di sekitarnya.

“Lokasi kejadian berada di lingkungan padat penduduk sehingga penanganan dilakukan secepat mungkin. Berkat kerja sama semua pihak, api berhasil dipadamkan sebelum merambat ke bangunan di sekitarnya,” katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan instalasi listrik maupun perangkat elektronik di rumah. Menurutnya, pemeriksaan berkala terhadap kondisi kabel, stop kontak, dan charger perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya korsleting listrik.

“Kami mengimbau warga agar tidak meninggalkan perangkat elektronik yang masih terhubung dengan aliran listrik tanpa pengawasan serta memastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi baik. Langkah sederhana ini sangat penting untuk mencegah terjadinya kebakaran,” pungkasnya. (YM/YM)


Post Views: 69

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *