Kudus, Liputan7.Net – Maraknya keberadaan kelompok gangster dan aksi kekerasan jalanan di Kabupaten Kudus mulai menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Kondisi tersebut mencuat menyusul sejumlah kasus tawuran dan aksi kriminal yang melibatkan kelompok remaja di beberapa wilayah.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan seluruh elemen masyarakat harus bersama-sama melakukan pencegahan agar fenomena gangster tidak semakin berkembang dan menimbulkan keresahan.
“Jangan sampai terjadi lagi tawuran, tindakan kriminal, maupun kegiatan negatif lainnya di Kabupaten Kudus. Ini menjadi komitmen kita bersama supaya Kudus tetap aman dan kondusif,” ujarnya.
Menurut Sam’ani, keberadaan kelompok-kelompok gangster kerap bermula dari kumpul-kumpul yang kemudian berkembang menjadi aksi negatif.
Karena itu, ia meminta masyarakat, sekolah, hingga orang tua lebih aktif melakukan pengawasan terhadap pergaulan anak-anak muda.
“Peran orang tua sangat penting. Setelah jam 9 malam dicek anaknya jangan sampai keluyuran. Jangan sampai salah pergaulan atau berkumpul dengan geng-geng yang merencanakan tindakan negatif,” katanya.
Selain itu, Sam’ani meminta apabila masyarakat menemukan tanda-tanda gesekan atau aktivitas mencurigakan dari kelompok tertentu agar segera dilaporkan kepada aparat maupun pemerintah daerah untuk dilakukan pencegahan dini.
“Kalau ada riak-riak sedikit segera disampaikan supaya bisa dicegah sejak awal dan tidak terjadi hal yang tidak kita inginkan,” lanjutnya.
Pemkab Kudus bersama kepolisian dan TNI, kata dia, juga akan memperkuat patroli dan langkah deteksi dini di sejumlah titik yang rawan dijadikan tempat berkumpul kelompok gangster.
“Nanti akan didukung patroli untuk pencegahan dan deteksi dini. Sekarang masyarakat juga sudah banyak memasang CCTV sehingga kegiatan-kegiatan bisa terpantau dengan baik,” ungkapnya.
Menurut Sam’ani, perkembangan teknologi pengawasan seperti CCTV cukup membantu aparat dalam mengidentifikasi pelaku aksi kriminal maupun gangster jalanan yang meresahkan masyarakat.
Sementara itu, Wakapolres Kudus Rendi Johan Prasetyo mengatakan pihak kepolisian saat ini masih melakukan pendalaman terhadap sejumlah kasus yang terjadi terkait tawuran baik yang dilakukan pelajar atau kelompok pemuda.
“Kami bermohon rekan-rekan media bijak. Kita hormati proses penyidikan yang sedang berjalan karena ini juga menyangkut anak-anak. Kita harus menjaga hak dan kondisi sosial mereka,” tegasnya.
Rendi menambahkan, kepolisian tidak hanya mengedepankan penegakan hukum, tetapi juga melakukan pendekatan sosial guna mencegah munculnya aksi gangster dan kekerasan serupa di kemudian hari.
Dikatakannya, penegakan hukum terhadap pelaku kekerasan tetap akan berjalan, namun harus dibarengi pendekatan sosial yang melibatkan sekolah, keluarga, pemerintah daerah, hingga TNI dan kepolisian.
“Law enforcement tetap jalan, namun rekayasa sosial sebagai bagian penting pencegahan kejahatan juga harus berjalan dengan baik,” tandasnya.
Fenomena gangster sendiri belakangan menjadi sorotan warga Kudus setelah muncul sejumlah aksi kekerasan dan tawuran yang melibatkan kelompok remaja di beberapa titik wilayah.
Aparat kepolisian memastikan pendalaman masih terus dilakukan terhadap seluruh pihak yang terlibat. (YM/YM)
Post Views: 8
