Kudus, Liputan7.Net – Menjelang Hari Raya Iduladha 2026, populasi ternak kurban di Kabupaten Kudus diperkirakan mengalami peningkatan signifikan.
Dari berbagai jenis ternak, kambing menjadi hewan dengan jumlah populasi terbanyak yang mencapai sekitar 38.900 ekor.
Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus melalui Bidang Peternakan mulai memperketat pemantauan lalu lintas ternak untuk mengantisipasi lonjakan populasi sekaligus mencegah penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Kepala Bidang Peternakan Dispertan Kudus, Arin Nikmah mengatakan, pengawasan telah dilakukan sejak pekan ketiga April 2026 di pasar hewan, kandang peternak maupun lokasi milik pedagang ternak.
“Persiapan menjelang Iduladha ini salah satunya terkait kenaikan populasi dan pemasukan ternak dari luar daerah. Selain itu, kami juga masih menemukan kasus PMK pada ternak besar di Kabupaten Kudus,” ujarnya, Jumat (15/5/2026).
Selain kambing, Dispertan memperkirakan populasi sapi mencapai 4.583 ekor, kerbau sekitar 3.654 ekor dan domba sebanyak 17.500 ekor.
Arin menyebut, selama Januari hingga April 2026 pihaknya masih menemukan 22 kasus PMK pada ternak besar di wilayah Kudus.
Karena itu, pengawasan kesehatan hewan terus diperketat menjelang Iduladha.
“Pemantauan kami lakukan terhadap lalu lintas pemasukan ternak, baik di kandang peternak, pedagang maupun pasar hewan, sekaligus pemeriksaan kesehatan ternak,” katanya.
Selain pengawasan, Dispertan Kudus juga telah merealisasikan vaksinasi PMK terhadap sapi dan kerbau sebanyak hampir 1.500 dosis sejak Januari hingga April 2026.
“Vaksinasi PMK sudah kami lakukan sekitar 1.300 sampai hampir 1.500 dosis pada ternak sapi dan kerbau,” jelasnya.
Sementara itu, jumlah pemotongan hewan kurban tahun ini diperkirakan meningkat sekitar 5 hingga 7 persen dibanding tahun sebelumnya.
Estimasi pemotongan hewan kurban di Kudus tahun 2026 yakni sapi sekitar 680 ekor, kerbau 1.800 hingga 1.900 ekor, kambing sekitar 9.900 hingga 10 ribu ekor, serta domba sekitar 260 ekor.
Menurut Arin, kerbau masih menjadi hewan kurban favorit masyarakat Kudus dibanding jenis ternak lainnya.
“Kalau di Kudus, kebutuhan hewan kurban paling tinggi masih kerbau, kemudian kambing, baru sapi dan domba,” ungkapnya.
Untuk mendukung pelaksanaan kurban yang aman dan sehat, Pemkab Kudus juga menyiapkan layanan pemotongan hewan kurban di Rumah Potong Hewan (RPH) Ruminansia milik pemerintah daerah yang telah memiliki sertifikat halal dan Nomor Kontrol Veteriner (NKV).
Selain itu, Dispertan Kudus juga membentuk tim teknis khusus Hari Raya Kurban untuk melakukan pendampingan di lokasi penyembelihan hewan, seperti masjid, sekolah, perkantoran hingga lembaga lainnya. (YM/YM)
Post Views: 61
