0 4 min 7 mths

Kudus, Liputan7.Net – Menjelang Hari Raya Idulfitri, permintaan Hampers di Dezato Cake & Dessert mulai mengalami peningkatan. Berbagai varian kue kering premium disiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang ingin menyajikan hidangan Lebaran maupun untuk berbagi kepada kerabat.

Store Manager Dezato, Elizabeth Ranum, mengatakan pihaknya menyediakan sejumlah varian kue kering yang menjadi favorit pelanggan. Beberapa di antaranya seperti nastar, putri salju, kastengel, choco butter, gula palm, thumbprint, kue kacang, hingga florentine.

“Kalau varian sebenarnya ada banyak, tapi yang kami siapkan untuk hampers dan penjualan utama sekitar tujuh jenis yang memang paling umum dan best seller,” ujar Ranum saat ditemui di toko pada Jumat (13/3/2026).

Ia menjelaskan, pemesanan hampers sebenarnya sudah mulai masuk sejak sebelum bulan Ramadan. Namun, jumlahnya semakin meningkat setelah memasuki pertengahan Ramadan. Untuk menarik minat pembeli, Dezato juga memberikan promo potongan harga sebesar 20 persen untuk semua paket hampers pada periode tertentu.

“Pesanan sudah mulai ada sejak sebelum puasa, meskipun belum terlalu banyak. Setelah masuk Ramadan ini mulai meningkat,” jelasnya.

Ranum menuturkan, keunggulan utama produk Dezato terletak pada penggunaan bahan baku premium. Menurutnya, kualitas tersebut juga diakui oleh banyak pelanggan yang telah menjadi pelanggan setia sejak lama.

“Kami memang fokus pada kualitas bahan. Banyak pelanggan yang bilang cocok dengan kue kering di sini, bahkan ada yang sudah pesan untuk Lebaran tapi tetap membeli lagi untuk camilan harian,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa usaha kue kering tersebut sebenarnya telah dirintis sejak tahun 2014 dengan nama Sherly Kitchen, sebelum akhirnya berkembang menjadi Dezato Cake & Dessert seperti sekarang.

“Jadi kue kering ini sudah diproduksi sejak 2014. Banyak pelanggan lama yang sudah mengenal produk kami sejak dulu,” ujarnya.

Dari berbagai varian yang tersedia, nastar dan putri salju masih menjadi produk paling diminati pelanggan setiap tahunnya.

“Dari tahun ke tahun yang paling laris tetap nastar dan putri salju,” imbuh Ranum.

Selain kue kering, Dezato juga menawarkan berbagai pilihan hampers Lebaran lainnya seperti brownies panggang, pastel tutup mini dan jumbo, hingga picnic roll. Paket hampers tersebut tersedia dengan berbagai pilihan harga, mulai dari sekitar Rp125 ribu hingga lebih dari Rp500 ribu, tergantung isi dan jenis produknya.

Ranum menambahkan, tahun ini pihaknya juga menghadirkan paket hampers yang lebih ekonomis dengan harga Rp125 ribu, hal itu di maksud untuk menyesuaikan kebutuhan pasar di Kudus yang memiliki tradisi saling berbagi saat Lebaran.

“Budaya berbagi di Kudus cukup tinggi, jadi kami juga menyediakan paket yang lebih ekonomis agar bisa menjangkau lebih banyak kebutuhan pelanggan,” ungkapnya.

Sementara itu, Koordinator dapur produksi sekaligus baker Dezato, Anis, menambahkan bahwa proses produksi kue kering dilakukan setiap hari untuk menjaga ketersediaan stok. Dalam sekali produksi, setiap varian bisa menghasilkan sekitar 5 hingga 10 kilogram kue.

“Produksi kami lakukan setiap hari. Untuk satu varian biasanya sekitar lima sampai sepuluh kilogram dalam sekali produksi,” ungkapnya.

Meski permintaan cukup tinggi, sebagian besar penjualan masih didominasi oleh konsumen lokal. Hal ini karena karakter kue kering premium yang cukup rapuh sehingga berisiko rusak saat pengiriman jarak jauh.

“Sebagian besar masih untuk pelanggan di Kudus. Karena beberapa jenis kue teksturnya mudah hancur atau lumer, jadi agak berisiko kalau dikirim jauh,” tambah Anis. (AS/YM)


Post Views: 24



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *