0 3 min 12 hrs

KUDUS, Liputan7.Net – Kerja keras selama sebulan akhirnya terbayar. Delapan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) yang berlaga dalam Kejuaraan Pencak Silat Nasional 2026 “Surabaya Championship 2” berhasil membawa pulang tujuh medali.

Tak hanya mengoleksi medali, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tapak Suci UMKU juga berhasil menempati posisi Juara Umum 3 tingkat dewasa dalam kejuaraan tersebut.

Dari delapan atlet yang diturunkan, sebanyak tujuh mahasiswa sukses naik podium. Rinciannya, empat medali emas, dua medali perak, dan satu medali perunggu.

Empat emas masing-masing diraih Yohana Dino Avitasari dari S1 Keperawatan, Ratih Tyaz Olyvia dari S1 Teknik Industri, Muhammad Firman dari S1 Teknik Industri, serta Ardan Maulana dari S1 Ekonomi Syariah.

Sementara itu, medali perak disumbangkan Kirana Fajrani Rifa dari S1 Keperawatan dan Faqih Amir Muzzaki dari S1 Ilmu Komputer. Sedangkan satu medali perunggu diraih Fahrizal Hisyam Alfatih dari D3 Keperawatan.

Ketua UKM Tapak Suci UMKU, Muhammad Khoirul Anam, mengatakan capaian tersebut menjadi hasil yang membanggakan bagi organisasi. Terlebih, mayoritas atlet yang dikirim mampu membawa pulang medali.

“Kami sangat bangga dan bersyukur, bahkan kami tidak menyangka bisa menjadi Juara Umum. Rasanya bangga adik-adik tingkat begitu semangat mengikuti kejuaraan ini,” ujar Anam, Selasa (22/9/2026).

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak datang secara instan. Sebelum turun bertanding, para atlet menjalani persiapan intensif selama kurang lebih satu bulan.

Setiap pagi, atlet menjalani latihan mandiri di rumah masing-masing sesuai instruksi pelatih. Salah satu menu latihan yang dilakukan yakni berlari selama 30 hingga 60 menit untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Latihan kemudian dilanjutkan pada sore hari. Kali ini para atlet berlatih bersama pelatih dengan fokus pada teknik dan persiapan menghadapi pertandingan.

Rangkaian latihan tersebut menjadi bekal bagi para atlet sebelum berhadapan dengan peserta dari berbagai daerah dalam Surabaya Championship 2. Meski sempat merasakan gugup ketika pertandingan dimulai, para atlet mampu menjalankan pertandingan hingga menghasilkan prestasi.

“Meski waktu main ada sedikit gugup pas awal, tapi semuanya senang dengan hasil ini,” ungkapnya.

Usai kejuaraan, latihan Tapak Suci UMKU tetap berjalan. Namun, intensitasnya akan dibuat lebih ringan dibandingkan masa persiapan pertandingan.

Anam juga berencana memberikan kesempatan yang lebih luas kepada anggota UKM Tapak Suci UMKU untuk mengikuti berbagai kejuaraan pencak silat di tingkat daerah maupun nasional.

Ia berharap semakin banyak mahasiswa UMKU yang berani mengembangkan potensi dan menorehkan prestasi, tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga melalui kegiatan kemahasiswaan dan olahraga.

“Harapannya semakin banyak mahasiswa UMKU yang berprestasi di berbagai bidang,” pungkasnya. (YM/YM)


Post Views: 11

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *