0 3 min 7 mths

Kudus, Liputan7.Net – Lembaga Falakiyah PCNU Kudus mengumumkan bahwa gerhana bulan total akan terjadi pada Selasa (3/3/2026) malam atau bertepatan dengan 14 Ramadan 1447 H. Fenomena astronomi tersebut dipastikan dapat terlihat di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Kabupaten Kudus.

Ketua Lembaga Falakiyah PCNU Kudus, K. Azhar Lathif Nashiran, S.LF, dalam keterangan resminya menjelaskan bahwa berdasarkan perhitungan hisab LFNU Kudus, proses gerhana sudah dimulai sejak sore hari, namun baru dapat diamati setelah bulan terbit.

“Secara hisab, gerhana mulai terjadi pukul 16.50 WIB, tetapi saat itu posisi bulan masih di bawah ufuk sehingga belum bisa dilihat. Bulan terbit di Kudus pada pukul 17.53 WIB,” jelasnya.

Ia memaparkan, saat waktu maghrib pukul 18.00 WIB, posisi bulan sudah berada sekitar 1,8 derajat di atas ufuk timur. Fase gerhana total dimulai pukul 18.04 WIB ketika ketinggian bulan mencapai 2,6 derajat di atas ufuk.

Puncak gerhana diperkirakan terjadi pada pukul 18.34 WIB dengan ketinggian bulan sekitar 9,6 derajat. Selanjutnya, bulan mulai kembali bersinar pada pukul 19.03 WIB, dan gerhana berakhir pada pukul 20.17 WIB.

“Durasi gerhana yang bisa disaksikan di Kudus kurang lebih 2 jam 17 menit, dengan fase total berlangsung selama 59 menit,” terangnya.

Azhar menambahkan, gerhana total akan tampak dimulai dari bagian atas piringan bulan, kemudian berangsur-angsur kembali terang dari sisi selatan.

Menurutnya, waktu pelaksanaan salat gerhana bulan dapat dilakukan setelah salat maghrib hingga berakhirnya gerhana pada pukul 20.17 WIB.

“Disunnahkan melaksanakan salat gerhana ketika gerhana sudah terlihat. Selain itu, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak zikir, sedekah, serta amal kebaikan lainnya,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan bahwa fenomena ini tidak hanya dapat diamati di Indonesia, tetapi juga di sejumlah wilayah lain seperti Amerika, Australia, sebagian Asia, dan sebagian Eropa. Sementara itu, gerhana tidak dapat terlihat di Arab Saudi.

Melalui pengumuman ini, LFNU Kudus berharap masyarakat dapat memanfaatkan momentum gerhana bulan total sebagai sarana meningkatkan keimanan dan ketakwaan selama bulan Ramadan.

“Semoga informasi ini bermanfaat dan menjadi pengingat bagi kita semua untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT,” pungkas Azhar. (AS/YM)


Post Views: 1



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *