0 3 min 2 mths

KUDUS, Liputan7.Net – Suasana berbeda mewarnai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda (GP) Ansor Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Bukan di dalam gedung atau masjid, kegiatan Selapanan Rijalul Ansor kali ini dilaksanakan di alam terbuka kawasan Bukit Becici, Hutan Desa Colo, Selasa (25/8/2026) malam.

Mengusung konsep “Maulid Alam Bebas”, kegiatan tersebut sekaligus dirangkai dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Pemilihan lokasi di kawasan hutan menjadi cara GP Ansor Colo menciptakan suasana yang lebih santai untuk mempererat keakraban dan kekompakan para kader.

Sejak pukul 18.30 WIB, anggota Ansor dan Banser Ranting Colo mulai mengikuti rangkaian kegiatan. Nuansa alam bebas menjadi bagian dari refleksi keagamaan dengan mengajak peserta memaknai lingkungan sebagai salah satu tanda kebesaran Allah SWT.

Selain memperkuat hubungan antaranggota, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mengingat kembali semangat perjuangan para pendahulu dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Peserta kemudian melantunkan Mars Ansor-Banser dan Ya Lal Wathon sebelum dilanjutkan dengan tahlil, pembacaan Maulid Barzanji, serta Manaqib Syekh Abdul Qodir Jailani.

Ketua GP Ansor Ranting Colo, M. Zainal Arifin atau Za’i, menyampaikan bahwa konsep alam bebas sengaja dipilih agar kegiatan organisasi tidak hanya menjadi rutinitas. Menurutnya, suasana tersebut dapat dimanfaatkan untuk membangun kebersamaan sekaligus mendekatkan kader dengan lingkungan.

“Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya berkumpul untuk menjalankan rutinitas organisasi, tetapi juga belajar melihat alam sebagai bagian dari kebesaran Allah. Suasana alam bebas ini kita manfaatkan untuk mempererat kekompakan, memperkuat rasa persaudaraan, sekaligus merefleksikan perjuangan para pendahulu dalam merebut dan mengisi kemerdekaan,” ujarnya.

Za’i berharap peringatan Maulid Nabi dan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dapat memberikan nilai lebih bagi para kader. Tidak hanya menumbuhkan keteladanan dan semangat persatuan, tetapi juga mendorong kader untuk terus mengabdi kepada masyarakat serta memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Kegiatan kemudian berlanjut dengan pengajian tematik yang disampaikan Sahabat Aufal Minan atau Ava. Materi kajian mengambil pembahasan dari Kitab Al-Hikam Al-Haddadiyah karya Al-Imam Abdullah bin Alawi bin Muhammad al-Haddad.

Kajian tersebut menjadi kesempatan bagi peserta untuk memperdalam pemahaman keislaman sekaligus menghubungkannya dengan kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai spiritual yang dibahas juga diarahkan agar dapat menjadi bekal dalam menjalankan peran organisasi dan pengabdian di tengah masyarakat.

Menjelang penghujung acara, seluruh peserta kembali membangun suasana kebersamaan dengan menyanyikan lagu “17 Agustus” dan “Bagimu Negeri”. Kegiatan kemudian ditutup melalui malam keakraban dan jamuan bersama dengan suasana khas perkemahan di alam terbuka.

Melalui konsep “Maulid Alam Bebas”, GP Ansor Ranting Colo berupaya memadukan kegiatan keagamaan, refleksi kemerdekaan, kepedulian lingkungan, serta penguatan solidaritas kader. Harapannya, kegiatan tersebut dapat melahirkan kader Ansor-Banser yang semakin religius, solid, peduli terhadap lingkungan, dan siap berkontribusi bagi masyarakat serta bangsa. (AS/YM)


Post Views: 13

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *