0 4 min 40 minutes

KUDUS, Liputan7.Net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus masih mengkaji skema pendanaan pembangunan RSUD Sunan Muria di Desa Karangmalang, Kecamatan Gebog. Pemerintah daerah mempertimbangkan pembangunan menggunakan anggaran sendiri maupun melibatkan investor, sembari mengajukan bantuan dana kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, Nuryanto, mengatakan proposal bantuan pendanaan untuk pembangunan rumah sakit tersebut telah diajukan pada Rabu (14/10/2026). Pengajuan itu dilakukan untuk diteruskan kepada Kemenkes sebagai salah satu upaya memperoleh dukungan pembiayaan.

Langkah tersebut menyusul kunjungan kerja Wakil Menteri Kesehatan, Benyamin Paulus Oktavianus, ke Kudus pada Selasa (13/10/2026). Dalam kunjungan itu, rencana pembangunan RSUD Sunan Muria mendapat tanggapan positif sehingga Pemkab Kudus didorong menindaklanjutinya melalui pengajuan proposal.

Nuryanto menjelaskan, dokumen Detail Engineering Design (DED) pembangunan rumah sakit telah tersedia. Proposal pendanaan pun sudah disampaikan sesuai arahan yang diterima saat kunjungan Wakil Menteri Kesehatan.

“Untuk DED sudah ada. Kemudian juga kita diperintahkan untuk mengajukan proposal pendanaan pembangunan RSUD Sunan Muria. Sudah mengajukan, kita titipkan,” ujar Nuryanto, Kamis (15/10/2026).

Meski demikian, bantuan yang diajukan kepada pemerintah pusat hanya ditujukan untuk pembangunan fisik gedung. Kebutuhan sarana dan prasarana (sarpras), termasuk peralatan penunjang layanan kesehatan, belum masuk dalam pengajuan tersebut.

Mengacu pada dokumen perencanaan, gedung RSUD Sunan Muria dirancang memiliki tiga lantai. Bangunan tersebut nantinya disiapkan untuk menampung sejumlah layanan medis, mulai dari perawatan umum, bedah, obstetri dan ginekologi (obgyn), hingga layanan kesehatan lainnya.

“Kalau sesuai DED-nya tiga lantai, pengajuan bantuan itu hanya untuk bangunan fisik,” tambahnya.

Rumah sakit yang direncanakan berstatus tipe C itu juga diproyeksikan memiliki layanan unggulan untuk penanganan penyakit paru-paru. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat menambah pilihan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kudus dan sekitarnya.

“Memang di situ diharapkan menjadi rumah sakit unggulan untuk perawatan paru-paru ke depannya,” kata Nuryanto.

Berdasarkan DED yang telah disusun, kebutuhan anggaran untuk pembangunan fisik RSUD Sunan Muria diperkirakan mencapai sekitar Rp218 miliar. Nilai tersebut belum mencakup pengadaan sarana dan prasarana serta alat kesehatan yang diperlukan untuk mendukung operasional rumah sakit.

Pemkab Pertimbangkan Kemampuan Anggaran

Di tengah proses pengajuan bantuan pusat, Pemkab Kudus masih menghitung kemungkinan membangun RSUD Sunan Muria secara mandiri tanpa menggandeng investor. Salah satu aspek yang menjadi pertimbangan adalah kemampuan keuangan daerah, termasuk potensi dukungan dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) pada 2027.

Di sisi lain, peluang kerja sama dengan pihak swasta juga terbuka. Sebelumnya, dua investor telah menyampaikan ketertarikan untuk terlibat dalam pembangunan rumah sakit di lahan yang telah direncanakan tersebut.

Kedua investor itu bahkan telah mengirimkan surat resmi dan memaparkan rencana mereka. Namun, masing-masing skema kerja sama masih perlu dikaji lebih lanjut sebelum pemerintah daerah menentukan langkah yang akan diambil.

Salah satu investor mengusulkan pola Build, Operate, Transfer (BOT). Melalui skema ini, investor membangun fasilitas dan mengoperasikannya dalam jangka waktu yang disepakati, kemudian menyerahkan fasilitas atau pengelolaannya kepada pemerintah sesuai ketentuan kerja sama.

Sementara itu, investor lainnya belum memberikan penjelasan terperinci mengenai model investasi yang ditawarkan.

Dengan kebutuhan anggaran pembangunan fisik yang mencapai sekitar Rp218 miliar, Pemkab Kudus masih perlu mempertimbangkan berbagai aspek sebelum menetapkan skema pembiayaan. Keputusan tersebut akan menentukan langkah selanjutnya dalam merealisasikan pembangunan RSUD Sunan Muria sebagai fasilitas pelayanan kesehatan baru di Kabupaten Kudus. (AS/YM)


Post Views: 5

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *