KUDUS, ISKNEWS.com – Badan Pimpinan Daerah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPD PHRI) Jawa Tengah menggelar Roadshow Korwil II bertajuk “Sambung Rasa, Sambung Asa” di Hotel Horison IJ Kudus, Selasa (30/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi pelaku usaha hotel dan restoran untuk menyampaikan berbagai aspirasi, tantangan, serta usulan demi memperkuat industri pariwisata di Jawa Tengah.
Roadshow yang diikuti pengurus BPC PHRI dari Kabupaten Pati, Kudus, Demak, Jepara, Rembang, Blora, dan Grobogan itu menjadi penutup rangkaian kegiatan yang sebelumnya telah digelar. Selain mempererat silaturahmi antaranggota, forum tersebut juga menjadi ajang konsolidasi organisasi dan penyusunan langkah strategis menghadapi perkembangan sektor pariwisata.
Penjabat (PJ) Ketua Umum BPD PHRI Jawa Tengah, Albert Dwijaya, mengatakan tema Sambung Rasa, Sambung Asa dipilih sebagai simbol pentingnya membangun komunikasi dan menyatukan harapan seluruh anggota PHRI dalam menghadapi berbagai dinamika industri.
“Kegiatan roadshow PHRI Jawa Tengah hari ini sekaligus menjadi rangkaian yang sudah kami mulai sejak minggu lalu. Hari ini menjadi penutupan dengan semangat Sambung Rasa, Sambung Asa,” ujarnya.
Menurut Albert, melalui forum tersebut pihaknya ingin mendengarkan secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi para pelaku usaha, mulai dari kendala operasional hingga masukan terkait kebijakan yang berdampak terhadap industri hotel, restoran, dan kafe (horeka).
“Harapannya, dengan adanya silaturahmi bersama teman-teman BPC kabupaten dan kota, kami bisa menampung berbagai masalah, kendala, maupun masukan yang penting bagi industri pariwisata, khususnya hotel, restoran, dan kafe,” katanya.
Ia menjelaskan, hasil diskusi tersebut akan menjadi salah satu bahan penyusunan program PHRI sekaligus masukan dalam mendukung Tahun Anggaran Pariwisata 2027 yang telah dicanangkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
“Harapan kami, pada 2027 sektor pariwisata mampu memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi, bukan hanya di kota-kota besar, tetapi juga hingga ke kabupaten dan daerah,” jelasnya.
Dalam pertemuan itu, sejumlah isu strategis turut dibahas, di antaranya mengenai perizinan usaha serta implementasi berbagai regulasi baru yang diterbitkan pemerintah sepanjang 2025 hingga 2026. Menurut Albert, masih terdapat sejumlah aturan yang memerlukan pemahaman bersama antara pemerintah dan pelaku usaha.
Selain itu, PHRI Jawa Tengah juga menyusun berbagai program jangka panjang yang berfokus pada pengembangan sustainable tourism di masing-masing daerah. Program tersebut diharapkan mampu menciptakan industri pariwisata yang lebih berdaya saing dan berkelanjutan.
“Kami juga ingin meningkatkan sinergi antara PHRI, pelaku usaha, dan pemerintah. Harapannya, pemerintah tidak hanya melihat PHRI sebagai organisasi, tetapi sebagai mitra strategis dalam meningkatkan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata,” tegasnya.
Albert menambahkan, peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi salah satu prioritas organisasi. Untuk itu, PHRI Jawa Tengah telah menyiapkan sejumlah program, seperti uji kompetensi, pelatihan, hingga program kolaborasi yang akan dijalankan pada periode 2026–2028.
“Harapannya, uji kompetensi, pelatihan, dan berbagai program tersebut bisa memberikan manfaat langsung kepada seluruh hotel maupun pelaku industri yang telah bersertifikat sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh anggota,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua BPC PHRI Kabupaten Kudus, Muhammad Kirom, mengatakan pihaknya merasa bangga dipercaya menjadi tuan rumah Roadshow Korwil II Jawa Tengah. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi seluruh BPC di wilayah Pakudjembara untuk saling bertukar gagasan dan mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi pelaku usaha.
“Ini sebuah kehormatan bagi kami karena BPC PHRI Kudus dipercaya menjadi tuan rumah. Melalui tema Sambung Rasa, Sambung Asa, kami ingin menyatukan rasa, menyambungkan harapan, serta membangun sinergi antaranggota,” katanya.
Kirom menilai forum tersebut sangat penting karena menjadi ruang bagi setiap BPC untuk menyampaikan aspirasi, berbagi pengalaman, sekaligus membahas berbagai potensi daerah yang masih dapat dikembangkan.
“Semua aspirasi kami tampung untuk mencari solusi bersama. PHRI harus mampu berperan aktif dalam menjawab berbagai tantangan yang dihadapi pelaku hotel dan restoran, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pariwisata, khususnya di Jawa Tengah,” pungkasnya. (AS/YM)
Post Views: 21
