0 3 min 3 mths

KUDUS, ISKNEWS.com – Tumpukan sampah masih terlihat memenuhi sisi selatan kawasan Balai Jagong Kabupaten Kudus, tepatnya mulai dari pintu timur Balai Jagong hingga depan Pasar Baru, pada Senin (29/6/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Kondisi tersebut mengganggu kebersihan lingkungan, menimbulkan bau tidak sedap, serta mencoreng wajah salah satu ruang publik yang kerap menjadi lokasi aktivitas dan rekreasi masyarakat.

Pantauan di lokasi menunjukkan berbagai jenis sampah berserakan di tepi jalan. Plastik bekas, bungkus makanan ringan, botol minuman, hingga limbah rumah tangga tampak menumpuk di sejumlah titik. Meski arus lalu lintas siang hari relatif lengang, sejumlah pedagang masih beraktivitas di kawasan tersebut.

Cuaca yang terik membuat aroma menyengat dari tumpukan sampah semakin terasa. Selain mengurangi kenyamanan pengguna jalan, kondisi ini juga dinilai merusak estetika kawasan yang setiap hari ramai dikunjungi warga.

Salah seorang warga sekitar, Hariadi, menilai persoalan sampah di lokasi tersebut dipengaruhi oleh dua faktor utama, yakni terbatasnya fasilitas tempat sampah dan masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya.

“Ya, kurangnya penyediaan tempat sampah dari pemerintah. Memang sudah disediakan, tapi jumlahnya masih kurang banyak,” ujarnya.

Menurut Hariadi, kawasan depan Pasar Baru hingga kini belum memiliki fasilitas pembuangan sampah yang memadai. Kondisi itu, kata dia, membuat sebagian warga memilih membuang sampah di pinggir jalan.

“Kalau di depan Pasar Baru itu tidak ada tempat pembuangan sampah. Menurut saya harus ada, itu sebagai masukan. Tapi balik lagi ke orangnya, masih belum ada kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya, masih memilih buang di pinggir jalan ini,” katanya.

Ia berharap pemerintah dapat menambah fasilitas tempat sampah di kawasan tersebut. Di sisi lain, ia juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan.

“Saya berharap masyarakat lebih sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan. Kalau semua membuang sampah pada tempatnya, lingkungan pasti akan lebih bersih dan nyaman. Mudah-mudahan juga tidak ada lagi yang menjadikan pinggir jalan ini sebagai tempat pembuangan sampah,” harapnya.

Persoalan sampah di kawasan Balai Jagong menunjukkan bahwa upaya menjaga kebersihan lingkungan membutuhkan peran bersama. Pemerintah diharapkan terus meningkatkan penyediaan fasilitas pendukung, sementara masyarakat perlu membangun kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya. Dengan kolaborasi tersebut, kawasan Balai Jagong hingga Pasar Baru diharapkan menjadi ruang publik yang bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh warga.

Penulis: Syukron Abdul Malik Arriziq (PPL UIN Sunan Kudus)


Post Views: 96

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *