0 3 min 7 mths

Kudus, Liputan7.Net – Hujan deras disertai angin kencang yang menerjang wilayah Kudus pada Rabu (4/3/2026) petang mengakibatkan 38 pohon tumbang serta puluhan rumah dan bangunan mengalami kerusakan. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 17.30 hingga 18.00 WIB tersebut juga memicu pemadaman listrik di sembilan kecamatan.

Berdasarkan data sementara Satgas BPBD Kudus hingga pukul 22.00 WIB, pohon tumbang tersebar di berbagai titik, di antaranya Jalan Jenderal Sudirman depan Savoria dan barat Pasar Kliwon, depan SMP 2 Bae Jalan Kampus UMK, kawasan Taman Menara, Jalan Lingkar Selatan, Klaling Jalan Kudus–Pati, hingga sejumlah desa seperti Gondoharum, Honggosoco, Ngembalrejo, dan Undaan Kidul. Total tercatat 38 titik pohon tumbang yang sebagian menutup akses jalan dan mengganggu aktivitas warga.

Selain pohon tumbang, cuaca ekstrem juga menyebabkan kerusakan bangunan. Beberapa rumah dilaporkan mengalami rusak ringan (RRR) akibat tertimpa pohon, seperti di Desa Gondoharum, Pladen, Bakalan Krapyak, Mlati Norowito, Klumpit, Lambangan, hingga Wergu Kulon. Sementara itu, rumah usaha di Purwosari Sekaran dan atap gudang di Kelurahan Purwosari mengalami rusak sedang (RRS). Kerusakan juga terjadi pada genteng rumah warga di Desa Jati Kulon serta insiden runtuhnya bagian bangunan di Masjid Kajeksan.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kudus, Eko Hari Djatmiko, menyampaikan bahwa pihaknya langsung mengerahkan personel begitu menerima laporan dari masyarakat. Penanganan di lapangan dipimpin oleh Sekretaris BPBD Kudus, Syarif Hidayah, yang bertindak sebagai komando lapangan.

“Tim bergerak cepat melakukan evakuasi pohon tumbang, pembersihan material, serta pendataan kerusakan rumah warga. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” ujar Eko.

Ia menambahkan, dampak hujan deras dan angin kencang juga merusak jaringan instalasi listrik sehingga menyebabkan pemadaman secara masif di sembilan kecamatan. Perbaikan dilakukan oleh PLN Kudus Kota dan UP3 Kudus secara bertahap, dan aliran listrik dinyalakan kembali setelah jaringan dinyatakan aman.

Penanganan melibatkan Satgas BPBD Kudus bersama unsur TNI-Polri, Dinas PKPLH, Dishub, Satpol PP, relawan Destana, SAR LPBI NU, MDMC, BAGANA NU, serta masyarakat sekitar. Hingga saat ini, total kerugian masih dalam tahap pendataan dan diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

“Data ini masih bersifat sementara dan akan terus kami perbarui sesuai perkembangan di lapangan,” pungkas Eko. (AS/YM)


Post Views: 4



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *