KUDUS, Liputan7.Net – Scorpion FC Kudus keluar sebagai juara Turnamen Sepak Bola Putri Kang Sandung Cup 5 Tahun 2026 setelah mengalahkan Putri Mataram Sleman, Yogyakarta, dengan skor 2-1 pada partai final di Lapangan Desa Karangbener, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Minggu (9/8/2026).
Pertandingan final berlangsung sengit. Scorpion FC Kudus mampu mengakhiri laga dengan kemenangan 2-1 sekaligus memastikan diri sebagai juara pertama. Sementara Putri Mataram Sleman harus puas menempati posisi kedua.
Penyelenggara Kang Sandung Cup 5, Sandung Hidayat, mengatakan kompetisi tahun ini menjadi lebih istimewa karena untuk pertama kalinya turnamen tersebut mempertandingkan kategori putra dan putri.
“Untuk final hari ini, Skorpion Kudus bertemu Putri Mataram Sleman Yogyakarta. Hasilnya Scorpion FC menang 2-1 dan menjadi juara pertama, sedangkan Putri Mataram menjadi juara dua,” ujar Sandung.
Sebelum pertandingan final, perebutan posisi ketiga juga berlangsung antara SPEGAKU Kudus dan Putri Lestari dari Ambarawa. Dalam laga tersebut, SPEGAKU Kudus berhasil meraih kemenangan.
Hasil itu membuat SPEGAKU Kudus menempati peringkat ketiga, sedangkan Putri Lestari Ambarawa berada di posisi keempat.
Sandung menjelaskan, rangkaian Kang Sandung Cup 5 telah berlangsung lebih dari satu bulan. Babak penyisihan digelar di Lapangan Desa Gondangmanis, sedangkan pertandingan final dipusatkan di Lapangan Desa Karangbener.
“Kalau babak penyisihan di Lapangan Bojongmanis, finalnya di Lapangan Karangbener. Jadi kegiatan ini sudah berlangsung lebih dari satu bulan dan hari ini menjadi pertandingan terakhir,” jelasnya.
Menurut Sandung, penyelenggaraan tahun ini juga menjadi bagian dari upaya memberikan ruang yang lebih besar bagi perkembangan sepak bola putri. Sebelumnya, Kang Sandung Cup memang sudah pernah mempertandingkan kategori putri, namun pada edisi kelima ini panitia menambah kategori putra.
“Turnamen Kang Sandung Cup yang kedua juga sudah ada putrinya. Tetapi tahun ini kami membuat dua sesi, yakni putra dan putri,” ungkapnya.
Untuk kategori putra U-40, gelar juara pertama diraih Megawon. Posisi kedua ditempati Raja Wali Karangbener, sedangkan Tanjungrejo berada di peringkat ketiga.
Sandung menambahkan, kategori putra tahun ini tidak menggunakan kelompok usia dini. Konsep yang diusung lebih mengarah pada ajang temu kangen para mantan pemain dari sejumlah klub sepak bola di wilayah eks-Karesidenan Pati.
“Untuk putra tidak mengambil usia dini. Kesepakatannya lebih kepada temu kangen mantan pemain Persiku, Persijap, dan Persipati,” katanya.
Ia memastikan evaluasi akan dilakukan setelah seluruh rangkaian kompetisi selesai. Evaluasi tersebut mencakup pelaksanaan pertandingan, peserta, hingga format kompetisi untuk menentukan konsep Kang Sandung Cup pada tahun berikutnya.
“Setiap tahun tentunya kami evaluasi. Ketika tim-tim yang kami undang bertanding, kami melihat bagaimana pelaksanaannya. Bagaimanapun setiap tahun harus ada evaluasi dari panitia maupun peserta,” tandasnya.
Dengan berakhirnya partai final kategori putri, Kang Sandung Cup 5 Tahun 2026 resmi menutup seluruh rangkaian kompetisi. Kejuaraan tersebut diharapkan dapat menjadi wadah berkelanjutan bagi pemain sepak bola, khususnya pesepak bola putri di Kudus dan daerah sekitarnya, untuk mengasah kemampuan sekaligus meraih prestasi. (AS/YM)
Post Views: 74
