0 5 min 2 mths

KUDUS, Liputan7.Net – SD 1 Getassrabi, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, tengah direvitalisasi menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026. Hingga Selasa (18/8/2026), pengerjaan proyek tersebut telah mencapai sekitar 30 persen.

Program tersebut merupakan Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Sekolah Dasar. Pelaksanaan di SD 1 Getassrabi dilakukan oleh P2SP dengan durasi pekerjaan selama 120 hari kalender atau empat bulan.

Berdasarkan informasi , sekolah tersebut mendapatkan bantuan sebesar Rp1.279.001.000. Anggaran itu digunakan untuk mendukung revitalisasi sejumlah fasilitas sekolah, termasuk enam ruang kelas, ruang guru, perpustakaan, ruang UKS, serta penataan lingkungan.

Plt Kepala Disdikpora Kudus, Anggun Nugroho, mengatakan pelaksanaan revitalisasi telah dimulai sejak Juli 2026. Pihaknya optimistis seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai jadwal sehingga fasilitas yang diperbaiki bisa segera digunakan kembali oleh siswa.

“Mulai bulan Juli sudah dimulai. Sekarang sudah satu bulan dan progres pekerjaan mencapai 30 persen. Mudah-mudahan akhir Oktober nanti bisa diselesaikan dan manfaatnya dapat dirasakan untuk pembelajaran anak-anak,” ujar Anggun.

Ia menerangkan, proses revitalisasi dilakukan dengan sistem swakelola oleh sekolah. Meski demikian, pelaksanaannya tetap mendapatkan pengawasan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.

Pengawasan dilakukan melalui dua unsur, yakni konsultan perorangan yang ditunjuk sebagai pengawas serta fasilitator dari Kemendikdasmen. Keduanya bertugas memantau perkembangan pekerjaan sekaligus mengecek volume dan mutu hasil pembangunan.

“Pengawasan kita ada dua. Ada konsultan perorangan dan ada fasilitator yang ditunjuk kementerian. Mereka akan melihat bagaimana proses dan progres pekerjaan, termasuk volume dan kualitasnya,” jelasnya.

Anggun menyampaikan bahwa program revitalisasi satuan pendidikan Kemendikdasmen di Kudus tidak hanya menyasar SD. Sejumlah sekolah jenjang TK, SD, dan SMP juga masuk dalam program bantuan tersebut dengan jumlah keseluruhan sekitar 80 satuan pendidikan.

Dari total tersebut, sebanyak 24 sekolah telah mendapatkan pencairan dan mulai mengerjakan proyek revitalisasi. Sementara sekolah lainnya masih mengikuti tahapan bimbingan teknis serta proses penandatanganan perjanjian kerja sama.

Mengenai adanya penyesuaian pekerjaan selama proses pembangunan, Anggun mengatakan hal itu memungkinkan dilakukan melalui mekanisme revisi apabila ditemukan kebutuhan teknis yang berbeda dengan perencanaan awal.

“Kalau ada hal yang memang urgen dan belum masuk perencanaan, bisa dilakukan revisi. Tentunya tetap ada prosedurnya dan disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan,” ungkapnya.

Kabid Dikdas Kudus, Agus Subandi, menambahkan bahwa revisi pekerjaan di SD 1 Getassrabi telah dituangkan dalam berita acara. Salah satu penyesuaian berkaitan dengan pembangunan pagar sekolah yang sebelumnya belum seluruhnya masuk dalam perencanaan.

“Di RAB awal, pagarnya hanya sekitar 30 persen. Kemudian sudah dilakukan revisi dan dituangkan dalam berita acara. Sekarang sudah diakomodasi dan pagarnya sudah baru,” kata Agus.

Menurutnya, penyesuaian tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan di lapangan. Apabila terdapat pekerjaan yang perlu diperbaiki atau disesuaikan, perubahan dapat dilakukan pada volume maupun spesifikasi dengan tetap mengikuti ketentuan program.

Sementara itu, Kepala SD 1 Getassrabi, Hermiawati, menjelaskan revitalisasi yang berlangsung di sekolahnya mencakup enam ruang kelas, satu ruang guru, satu ruang perpustakaan, satu ruang UKS, serta penataan lingkungan sekolah.

“Yang direvitalisasi ada enam ruang kelas, satu ruang guru, satu perpustakaan, satu ruang UKS, dan penataan lingkungan,” tuturnya.

Hermiawati mengatakan pekerjaan dimulai pada 9 Juli 2026 dengan masa pelaksanaan selama 120 hari kalender. Selain perbaikan bangunan, sekolah juga memperoleh bantuan perabot untuk menunjang kebutuhan kegiatan belajar mengajar.

Ia mengaku senang sekolah yang dipimpinnya akhirnya mendapatkan program revitalisasi. Sebab, beberapa bagian bangunan sebelumnya berada dalam kondisi yang membutuhkan perhatian dan perbaikan.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur mendapatkan revitalisasi dari kementerian. Kondisi bangunan sebelumnya memang sudah cukup memprihatinkan,” ujarnya.

Selama pembangunan berlangsung, pihak sekolah mengatur kembali penggunaan ruang agar kegiatan pembelajaran tetap dapat berjalan. Sejumlah ruangan yang sedang dikerjakan untuk sementara tidak digunakan sampai proses renovasi selesai.

Saat ini SD 1 Getassrabi memiliki sekitar 70 siswa dari kelas I hingga kelas VI serta layanan pra-SD. Dengan adanya revitalisasi tersebut, sekolah berharap fasilitas belajar menjadi lebih layak dan memberikan suasana yang lebih nyaman bagi siswa maupun tenaga pendidik.

Hermiawati berharap seluruh pekerjaan dapat selesai sesuai batas waktu yang ditentukan sehingga ruang-ruang yang telah diperbaiki bisa segera dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung kegiatan pendidikan di sekolah tersebut. (AS/YM)


Post Views: 7

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *