KUDUS, Liputan7.Net — Timnas Putri U-16 Indonesia atau Putri Nusantara menutup perjalanan di fase Grup B Srikandi Merdeka Cup persembahan Caffino dengan kemenangan. Menghadapi Timnas Putri U-16 Yordania di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Rabu (19/8), Putri Nusantara tampil penuh motivasi dan berhasil mengamankan kemenangan 3-1.
Kemenangan tersebut diraih melalui permainan agresif dan semangat juang pantang menyerah. Namun, tambahan tiga poin belum cukup membawa Putri Nusantara ke babak semifinal karena kalah produktivitas gol dari Yordania yang sama-sama mengoleksi tiga poin.
Thailand keluar sebagai juara Grup B setelah menyapu bersih tiga pertandingan dengan kemenangan tanpa sekalipun kebobolan. Sementara Yordania berhak menempati posisi kedua dan akan menghadapi Indonesia Garuda Pertiwi, juara Grup A, pada Jumat (21/8) pukul 20.00 WIB.
Pertandingan Putri Nusantara kontra Yordania langsung berlangsung dalam tempo tinggi. Kedua tim sama-sama memburu kemenangan demi menjaga peluang lolos sehingga duel di lini tengah berlangsung sengit.
Putri Nusantara membuka keunggulan pada menit ketujuh melalui Lintang Anugrah Radisty. Gol berawal dari kesalahan umpan dalam proses build-up penjaga gawang Yordania, Alma Mouhanad Yousef Shatat. Bola liar langsung disambar Lintang melalui tendangan voli keras yang tak mampu dihentikan.
Keunggulan tersebut membuat Putri Nusantara semakin percaya diri. Namun, rapatnya pertahanan Yordania membuat sejumlah serangan harus diakhiri dengan tembakan dari luar kotak penalti.
Memasuki menit ke-37, Putri Nusantara mendapatkan hadiah penalti setelah Nuha Essa Ahmed melakukan pelanggaran terhadap Dian Aprilia Pary. Dian yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugas dengan sempurna dan membawa timnya unggul 2-0 hingga babak pertama berakhir.
Yordania meningkatkan tekanan setelah jeda. Pressing tinggi membuat beberapa peluang berhasil diciptakan. Upaya tersebut akhirnya menghasilkan gol pada menit ke-60 melalui Ragad Rafat Harbi Haqrous yang memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1.
Putri Nusantara tak membiarkan momentum berpindah terlalu lama. Pada menit ke-80, Indira Fatima memperlebar keunggulan setelah memanfaatkan kesalahan Alma Mouhanad Yousef Shatat dalam mengontrol bola. Skor berubah menjadi 3-1.
Hingga pertandingan berakhir, tidak ada tambahan gol. Putri Nusantara pun harus menerima kenyataan finis di posisi ketiga Grup B meski berhasil mengalahkan Yordania.
Pelatih Kepala Putri Nusantara, Takumi Taniguchi, tetap mengapresiasi perjuangan anak asuhnya. Menurutnya, para pemain telah menjalankan permainan agresif dan menunjukkan perkembangan signifikan sepanjang turnamen.
“Terima kasih banyak untuk para pemain yang sudah bekerja keras dengan sangat baik. Kami tahu bahwa kami butuh mencetak tiga gol, bahkan lebih. Para pemain telah memberikan segalanya dan kami mencetak gol yang diinginkan. Namun memang hasilnya kami tetap tidak bisa lolos ke semifinal,” katanya.
Penyerang Putri Nusantara, Dian Aprilia Pary, juga mengaku bangga terhadap perjuangan seluruh rekan setimnya. Meski gagal melaju, ia menilai tim telah memberikan kemampuan terbaik.
“Motivasi kami sangat tinggi untuk bisa lolos ke semifinal. Saya juga sangat bangga bisa mencetak gol dan bangga kepada teman-teman saya semuanya sudah bekerja keras. Sudah berikan yang terbaik. Tapi, ya mungkin belum rejekinya,” ujar lulusan HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026 tersebut.
Sementara itu, Pelatih Kepala Yordania, Luna Rami Amin Almasri, mengakui Putri Nusantara bermain lebih baik. Ia memastikan timnya akan melakukan evaluasi sebelum menghadapi Garuda Pertiwi di semifinal.
“Kami akan bersiap menghadapi pertandingan berat melawan tim yang tangguh. Kami akan memperbaiki kekurangan dan kelemahan kami hari ini. Kami melakukan banyak kesalahan, tetapi di sisi lain kami juga menyia-nyiakan banyak peluang,” ujarnya.
Dengan hasil tersebut, Thailand berada di puncak klasemen Grup B dengan sembilan poin, disusul Yordania tiga poin, Indonesia Putri Nusantara tiga poin, dan Singapura tiga poin. (YM/YM)
Post Views: 20
