0 3 min 2 mths

KUDUS, Liputan7.Net — Pembiasaan hidup sehat perlu dikenalkan kepada anak sejak usia dini agar menjadi bagian dari keseharian mereka. Hal itu ditekankan Bunda PAUD Kabupaten Kudus Endhah Endhayani Sam’ani Intakoris melalui Festival Senam Anak Indonesia Hebat, Permainan Anak Tradisional, dan Polisi Sahabat Anak yang berlangsung di Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Milad ke-107 TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) dan Milad ke-29 IGABA. Festival diikuti ratusan anak bersama guru serta para pendamping dari TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) se-Kabupaten Kudus.

Bunda PAUD Kudus Endhah Endhayani Sam’ani Intakoris mengapresiasi kegiatan tersebut karena tidak hanya mengajak anak beraktivitas secara fisik, tetapi juga memberikan pengalaman belajar melalui permainan yang menyenangkan. Menurutnya, kegiatan seperti ini dapat menjadi sarana untuk mengenalkan pola hidup sehat sekaligus membangun karakter anak.

“Kegiatan seperti ini sangat baik karena anak-anak bisa belajar sambil bermain, bergerak bersama, dan berinteraksi dengan teman-temannya. Dari aktivitas sederhana seperti ini, kita bisa menanamkan kebiasaan hidup sehat, percaya diri, disiplin, dan kebersamaan,” ujar Endhah.

Ia menilai pembentukan kebiasaan positif pada anak perlu dilakukan secara konsisten, baik melalui lingkungan pendidikan maupun dukungan keluarga. Karena itu, orang tua diharapkan turut memberikan perhatian terhadap tumbuh kembang dan pendidikan anak sejak masa usia dini.

Menurut Endhah, pendidikan anak usia dini memiliki peran penting sebagai tahap persiapan sebelum anak melanjutkan pendidikan ke jenjang sekolah dasar. Ia mendorong agar anak mengikuti pendidikan PAUD setidaknya selama satu tahun sehingga memiliki kesiapan dalam belajar dan bersosialisasi.

“Peran orang tua sangat penting. Pastikan anak mendapatkan pendidikan anak usia dini minimal satu tahun sebelum masuk SD, agar mereka memiliki bekal yang cukup untuk belajar, bersosialisasi, dan tumbuh menjadi pribadi yang mandiri,” imbuhnya.

Festival tersebut juga menjadi sarana mempererat kebersamaan antara anak, guru, orang tua, dan para pendamping. Melalui kegiatan yang dikemas dengan suasana ceria, anak-anak diajak mengenal aktivitas fisik, permainan tradisional, sekaligus nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan kegiatan tersebut, diharapkan pembiasaan hidup sehat, aktif bergerak, percaya diri, disiplin, dan mampu berinteraksi dengan lingkungan dapat tumbuh sejak anak berada pada tahap pendidikan usia dini.


Post Views: 26

Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *